Baca Juga: Sang Pewaris Cahaya Banten, Artefak Kejayaan, Perekonomian, dan Kemaritiman Dunia
Yopi mengungkapkan bahwa saat itu ada sejumlah orang yang sedang berada di tepi jalan karena ada salah satu warga yang sedang menggelar hajatan.
“Di bawah ada orang hajatan, ada kerumunan, tapi bisa dihindari,” kata Yopi kepada awak media pada Sabtu, 9 Mei 2026.
“Setelah menabrak beberapa mobil, kena tiang PLN. Alhamdulillah berhenti tapi ada mobil yang penyok dan terguling,” lanjutnya.
Saat itu, kata Yopi, dirinya bersama sopir mencoba mengendalikan laju mobil yang mencapai kecepatan sekitar 70 kilometer per jam itu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama membenarkan bahwa ada dugaan kegagalan fungsi rem dan sopir mencoba untuk menghindari kerumunan hajatan.
Evakuasi Penumpang ke Puskesmas Sukapura
Setidaknya, ada 6 wisman Singapura, yakni yakni Salimah, Hafidzah, Tan Ai Ling, Ng Chew Lan, Nola, dan Cheang Wei Thing bersama dengan sopir dan kernet yang mengalami luka.
Rombongan tersebut sedang menuju ke hotel yang ada di Surabaya setelah berwisata di Bromo.
Sedangkan dari mobil yang ditabrak Toyota Hiace, ada 3 orang yang terluka dan para korban telah dibawa ke Puskesmas Sukapura untuk mendapatkan perawatan medis.
***
Artikel Terkait
Pelaku Budaya Betawi Kecewa, LBB Sindir Minimnya Perhatian Anggota Dewan Tangsel
Wali Kota Tangsel Apresiasi Gebyar Tradisi Betawi, Panitia Dapat Bantuan Rp10 Juta
Kantor Pertanahan Kota Palangka Raya Resmikan Inovasi LAKUWAL
Mudahkan Warga, BPN Palangka Raya Luncurkan Inovasi Lasut Huma
Zulhas Lantik Pengurus PAN se-Banten, Target Tembus Tiga Besar