Baca Juga: Gerak Cepat! Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi
Penelusuran dengan mengaudit rekam medis, proses medical check up, dan pengumpulan keterangan dari keluarga, rekan sejawat, pendamping, dan nakes yang menangani dokter Myta juga turut dilakukan dalam investigasi tersebut.
Kasus Meninggalnya Dokter Myta
Dokter Myta menjadi salah satu dokter magang di RSUD K.H Daud Arif, Kuala Tukal, Jambi sejak Agustus tahun lalu.
Kondisi kesehatannya menurun sampai harus masuk ke ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang sebelum akhirnya meninggal dunia pada 1 Mei 2026.
Ikatan Alumni FK Unsri sudah mengirim surat kepada Kemenkes pada 30 April 2026, menyebutkan ada dugaan beban kerja berlebihan yang harus ditanggung dokter Myta.
Baca Juga: Emas Kian Mahal! Harga Emas Hari Ini Tembus Rp2,79 Juta per Gram
Surat tersebut juga mendesak Kemenkes untuk melakukan audit karena diduga dokter pembimbing magang pun minim dalam melakukan supervisi.
Selain itu, juga dugaan fasilitas yang terbatas, seperti terjadinya kekosongan obat.
Isu adanya dugaan perundungan yang dialami mendiang pun sempat muncul, tapi belum ada konfirmasi resmi mengingat proses investigasi dari Kemenkes pun baru dilakukan.
***
Artikel Terkait
World Press Freedom Day 2026: Pers Berkualitas Jadi Jangkar Demokrasi di Tengah Badai Disinformasi
Luncurkan Talent and Innovation Hub, Perkuat Kolaborasi Talenta dan Industri untuk Ciptakan Lapangan Kerja
Wujudkan Tempat Kerja Aman, Kemnaker Gencarkan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3
Sektor Informal Masih Mendominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru
May Day 2026: Komitmen Negara Melindungi Pekerja Hingga ke Tengah Lautan