World Press Freedom Day 2026: Pers Berkualitas Jadi Jangkar Demokrasi di Tengah Badai Disinformasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Minggu, 3 Mei 2026 | 15:31 WIB

Baca Juga: Kick Boxing Absen di Porprov Banten 2026, KBI Tangsel: Cederai Rasa Keadilan

“Tanpa kualitas pers yang terjaga, demokrasi akan menjadi rapuh. Masa depan bangsa bisa terancam oleh arus disinformasi yang destruktif,” tegasnya.

Pernyataan ini selaras dengan kekhawatiran global terkait meningkatnya tekanan terhadap kebebasan pers, baik dalam bentuk sensor, kekerasan terhadap jurnalis, maupun dominasi algoritma digital yang memengaruhi distribusi informasi.

Agenda Global: Sorotan Dunia di Zambia

Dalam konteks internasional, perhatian terhadap kebebasan pers juga mengemuka melalui agenda yang digelar UNESCO. Lembaga tersebut dijadwalkan menggelar konferensi global pada 4–5 Mei 2026 di Lusaka, Zambia.

Forum ini akan menjadi ruang strategis untuk membahas tren terbaru kebebasan berekspresi serta memetakan arah masa depan media global yang semakin kompleks. Isu-isu yang dibahas di forum tersebut, menurut Komaruddin, relevan dengan kondisi di Indonesia.

Baca Juga: May Day 2026: KADIN Tangsel – APINDO Dorong Energi Terbarukan, Siapkan Lapangan Kerja Baru

“Tantangan terhadap kebebasan pers terus berevolusi. Kita harus siap beradaptasi tanpa menggadaikan integritas,” ujarnya.

Dorongan Regulasi: Hak Cipta dan “No Tax for Knowledge”

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pers nasional, Komaruddin juga mendorong lahirnya regulasi yang melindungi karya jurnalistik. Ia menekankan pentingnya undang-undang yang menghargai hak cipta serta gagasan “no tax for knowledge” atau pembebasan pajak bagi produk intelektual.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan industri media sekaligus mendukung peran pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ajakan untuk Insan Pers

Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk tetap menjadi garda terdepan dalam merawat demokrasi.

“Marilah kita buktikan bersama bahwa pers Indonesia mampu menjadi pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, bebas, damai, adil, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X