Baca Juga: Pelantikan Kabag di Tanggamus Tuai Polemik, Analisis Ungkap Dugaan Celah Sistem Merit ASN
Ervin menilai, kegiatan komunitas seperti pentas seni, tari, hingga kompetisi olahraga mingguan memiliki nilai strategis dalam memperkaya wajah pariwisata kota.
“Ini potensi luar biasa. Mereka rutin berkegiatan, bahkan sampai menyiapkan festival budaya. Ini yang akan kita rangkul dan dorong agar lebih terorganisir dan berdampak luas,” ungkapnya.
Pembenahan Tata Kelola Event
Dispar Tangsel juga mulai membenahi tata kelola event lintas dinas. Ke depan, setiap kegiatan akan dikembalikan pada “core business” masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD), guna menghindari tumpang tindih program.
Langkah ini juga telah dibahas dalam forum perencanaan pembangunan (musrenbang), dengan target implementasi lebih optimal pada 2027.
“Kita ingin semua kegiatan tepat sasaran. Kalau budaya ya di kebudayaan, UMKM di UMKM. Tapi tetap saling mendukung,” jelas Ervin.
Strategi Pariwisata 2026
Untuk tahun 2026, Dispar masih mengacu pada rencana yang telah disusun sebelumnya, namun dengan sejumlah penyesuaian strategis.
Salah satunya adalah penguatan konsep event berbasis pengalaman (experience-based tourism) melalui CFD tematik.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap CFD tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi juga panggung interaksi sosial, ekonomi kreatif, dan promosi budaya.
“Target kami sederhana tapi kuat: setiap CFD punya cerita, punya daya tarik, dan membuat orang ingin datang lagi,” pungkasnya.
(***)
Artikel Terkait
BKPSDM Tanggamus Buka Suara Soal Polemik Pelantikan, Tegaskan Sudah Sesuai Mekanisme
Tangsel Siap Perkuat Otonomi Daerah, Pilar Tekankan Sinergi Pusat-Daerah dan Inovasi Pelayanan Publik
Kemnaker Perkuat Pembekalan Mahasiswa Hadapi Green Jobs dan Dunia Kerja Digital
Lihat Langsung Pelantikan Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH Baru di Istana, Rocky Gerung: Wakil Sipil Diundang
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih