Menu MBG untuk Anak Sekolah saat Ramadan jadi Sorotan, Warganet: Harus Dikritisi Sampai Benar-benar Bermanfaat

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 24 Februari 2026 | 22:37 WIB
Sorotan pada menu MBG di hari pertama sekolah saat Ramadan yang tengah ramai di media sosial. (Instagram/andreli_48 - septiantono)
Sorotan pada menu MBG di hari pertama sekolah saat Ramadan yang tengah ramai di media sosial. (Instagram/andreli_48 - septiantono)

Bidiktangsel.com - Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di hari pertama sekolah saat Ramadan tengah viral di media sosial.

Selama bulan Ramadan, BGN telah menginstruksikan untuk membagikan menu MBG berupa makanan kering dan disesuaikan dengan penerima manfaat.

Sejumlah akun di media sosial terlihat membagikan menu MBG dari berbagai daerah yang didapatkan saat anak-anak mulai kembali ke sekolah pada Senin, 23 Februari 2026.

Baca Juga: Kontribusi Awardee LPDP Ramai Disorot, Tasya Kamila Beberkan Masa Baktinya usai 8 Tahun Kuliah di Luar Negeri

Berbagai unggahan video mengenai menu MBG itu lantas menuai sorotan akan besarnya jatah harga per porsi hingga mempertanyakan kandungan gizinya.

Menu MBG Dirapel untuk 2 Hari

Sebuah video diunggah oleh akun Instagram @andreli_48 pada Senin, 23 Februari 2026, membagikan momen seorang guru SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, Sulawesi Tengah yang sedang memperlihatkan menu MBG saat Ramadan.

“Ini menu hari ini (Senin) ada susu, dapat pisang dua, ditambah roti yang harga seribuan dan telur puyuh 4 butir,” ucap guru dalam video tersebut.

Baca Juga: Diduga Berawal dari Cekcok, Advokat di Banten Ditikam Oknum Matel Lewat Modus Penarikan Paksa Kendaraan

“Yang miris, sangat miris untuk besok karena hari ini dikirim menu dua hari, Senin dan Selasa. Menu Selasa isinya roti seribuan, ada kurma 3 butir, sama kacang satu bungkus harga Rp1.500,” terangnya.

Menurutnya, porsi tersebut tidak sesuai dengan harga per porsi MBG dalam aturan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Ini yang dimaksud MBG anggarannya Rp15.000 per hari? Kasihan ya, jadi tolong Bapak Wali Kota, Bapak Gubernur, dan Bapak Presiden agar hal ini jadi perhatian,” ujarnya.

“Kalau seperti ini kan namanya pembodohan, Pak,” tuturnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X