Skor Korupsi Indonesia Anjlok, Mahfud MD Gambarkan Dampaknya ke Investor yang Ragu Jualan di RI

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:43 WIB
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD soal skor korupsi Indonesia yang dinilai anjlok. (Instagram.com/@mohmahfudmd)
Menyoroti penuturan eks Menko Polhukam, Mahfud MD soal skor korupsi Indonesia yang dinilai anjlok. (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Baca Juga: Gelondongan Kayu Bekas Banjir di Aceh Utara Terbakar, Warga Berdatangan saat Dini Hari

"Kalau kita ngejar-ngejar investor, seluruhnya orang mengatakan kalau tidak ada kepastian hukum," ungkap Mahfud.

"Nanti kalau orang mau investasi ke sini, aturanya begini-begini, nanti ada calo dari pejabat," jelasnya.

Oleh sebab itu, Mahfud mengatakan, ketakutan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia buntut tidak ada kepastian hukum akan berdampak luas khususnya di sektor ekonomi.

Di sisi lain, Mahfud juga menegaskan penegakan hukum begitu penting bagi kemajuan ekonomi suatu negara.

Baca Juga: Pelatihan Jurnalistik 2026 Digelar di Tangsel, Wagub Banten Dorong Guru Melek Media

"Karena aset kemajuan suatu bangsa itu kan 44 persennya di (bidang) hukum," sebutnya.

"Kekayaan kita yang katanya paling luar biasa di dunia hanya 23 persen kontribusinya terhadap suatu bangsa," imbuh Mahfud.

Nilai Lemahnya Penindakan Hukum KPK

Terkait anjloknya skor korupsi Indonesia, Mahfud mengungkapkan faktor lain.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, niat melakukan pemberantasan korupsi hanya sebatas pada jargon saja alih-alih implementasi di lapangan.

Mahfud lantas menduga adanya kelemahan penindakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di tahun 2025 yang dinilai menjadi salah satu faktor menurunnya IPK Indonesia.

Baca Juga: Merawat Resep Kasih Sayang H. Darsono: Sebuah Oase Pendidikan

"Saya melihat kalau dari sudut pemerintahan, kan lebih banyak slogannya," tutur Mahfud.

"Sementara di lapangan, agak kurang kuat terutama KPK di tahun lalu kan memang lemah sekali seperti nggak kerja apa-apa," tandasnya. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X