Update Pencarian Hari ke-12 usai Longsor di Cisarua: 88 Kantong Jenazah Ditemukan, 66 Bodypack Teridentifikasi

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 4 Februari 2026 | 15:16 WIB
Menyoroti penuturan seorang remaja asal Majenang yang dikenal indigo, Rival terkait proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Instagram.com/@infobandungbarat)
Menyoroti penuturan seorang remaja asal Majenang yang dikenal indigo, Rival terkait proses evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat. (Instagram.com/@infobandungbarat)

Baca Juga: Sempat Viral Kasus Penjual Es Gabus Dituduh Pakai Bahan Spons, Mahfud MD Nilai Polri Sedang Dibedah Habis Warga

"Sudah ada seminggu, awalnya ada panggilan batin, bukan dari perintah siapa-siapa," ungkap Rival.

Terkait proses evakuasi para korban longsor yang dilaporkan hilang akibat tertimbun reruntuhan tanah, Rival meminta para keluarga yang kehilangan untuk menata kesabarannya.

"Mereka perlu sabar, biasanya dapat dilihat dari batinnya," terangnya.

"Dan mereka juga tidak bisa tidur seharian, jagain terus (proses evakuasi)," imbuh Rival.

Perjalanan dari Majenang ke Bandung

Remaja yang dikenal indigo itu bercerita, dahulu dirinya pernah tinggal di Buah Batu, Bandung.

Baca Juga: Berawal dari Cacat Produksi, Boneka 'Kuda Menangis' Justru Mendadak Laris Manis Jelang Momen Imlek 2026, Gara-gara Apa?

"Saya dulu tinggal di Buah Batu, Bandung, sekarang di Majenang (Cilacap)," sebut Rival.

Rival mengaku bisa datang ke lokasi bencana berkat bantuan dari seseorang yang mengantarkannya dengan sukarela.

"Pergi ke sini awalnya bawa uang sedikit, lalu diminta seseorang untuk diantarkan, 'tidak apa-apa yang penting sampai' (ke lokasi bencana)," terang Rival.

"Saya tidur di masjid, ingin sampai ke sini, karena ada panggilan batin," tandasnya.

(***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X