"Sudah ada seminggu, awalnya ada panggilan batin, bukan dari perintah siapa-siapa," ungkap Rival.
Terkait proses evakuasi para korban longsor yang dilaporkan hilang akibat tertimbun reruntuhan tanah, Rival meminta para keluarga yang kehilangan untuk menata kesabarannya.
"Mereka perlu sabar, biasanya dapat dilihat dari batinnya," terangnya.
"Dan mereka juga tidak bisa tidur seharian, jagain terus (proses evakuasi)," imbuh Rival.
Perjalanan dari Majenang ke Bandung
Remaja yang dikenal indigo itu bercerita, dahulu dirinya pernah tinggal di Buah Batu, Bandung.
"Saya dulu tinggal di Buah Batu, Bandung, sekarang di Majenang (Cilacap)," sebut Rival.
Rival mengaku bisa datang ke lokasi bencana berkat bantuan dari seseorang yang mengantarkannya dengan sukarela.
"Pergi ke sini awalnya bawa uang sedikit, lalu diminta seseorang untuk diantarkan, 'tidak apa-apa yang penting sampai' (ke lokasi bencana)," terang Rival.
"Saya tidur di masjid, ingin sampai ke sini, karena ada panggilan batin," tandasnya.
(***)
Artikel Terkait
DPD Kawanua Katolik Jakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Layani Umat Lintas Iman
Jelang Ramadan 2026, MBG Dipastikan Tetap Jalan di Sekolah hingga Skema Pembagian Khusus pada Pondok Pesantren
Eddi Brokoli, Aktor Berambut Kribo yang Kini Rela Digundul demi Kirimkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Sempat Ramai Kontroversi soal Show 'Mens Rea', Pandji Pragiwaksono Ngaku Kaget dan Klaim Hanya Sekadar Komedi
Viral Rombongan Keluarga Pengantin Keluhkan Jalan Rusak di Lampung Barat saat Menuju Lokasi Bahagia