Setelah foto boneka kuda berwajah cemberut itu beredar di media sosial, permintaannya melonjak tajam hingga stok ludes.
Zhang pun menyadari, ekspresi murung si kuda ternyata punya makna tersendiri bagi banyak orang, terutama para pekerja muda.
“Banyak pelanggan menyukainya karena mereka merasa itu mewakili semangat pekerja kantoran masa kini,” ungkap Zhang.
Pemilik toko di China itu menambahkan, boneka tersebut juga dinilai mewakili perasaan bagi para pekerja saat ini.
“Kuda yang menangis ini benar-benar mencerminkan realitas pekerja modern,” jelas Zhang.
Bahan Candaan di Medsos
Dalam laporannya, SCMP menuturkan boneka dengan ekspresi sedih tersebut bahkan menjadi bahan candaan di medsos.
"Kuda yang menangis adalah wajahmu saat bekerja, sementara kuda yang tersenyum adalah wajahmu setelah pulang kerja," begitu kira-kira lelucon yang beredar di kalangan masyarakat China.
Di sisi lain, pesanan melonjak tajam dan permintaan yang terus meningkat membuat pabrik Zhang menaikkan kapasitas produksi, termasuk untuk pesanan dari luar negeri.
Baca Juga: DPD Kawanua Katolik Jakarta Resmi Dikukuhkan, Siap Layani Umat Lintas Iman
Berdasarkan penelusuran, boneka setinggi sekitar 20 sentimeter ini dijual seharga 25 yuan atau sekitar Rp70.000.
Warnanya merah, menggambarkan simbol keberuntungan, dilengkapi kerah dan lonceng emas, serta bordiran bertuliskan 'uang datang dengan cepat' pada bagian tubuhnya.
(***)
Artikel Terkait
Prabowo Tekankan Sinergi Pusat–Daerah di Rakornas Nasional
Prabowo Serukan Elit Bersatu Jaga Kekayaan Bangsa di Rakornas Pemerintah Pusat–Daerah
Viral Aksi Kakek di Bojong Koneng Bogor Duduk di Tengah Jalan Sambil Minta Uang Pengendara, Warga: Kebiasaan Itu
Prabowo Tegaskan Negara Satu Manajemen di Rakornas Pusat-Daerah
Soal Chromebook via E-Katalog, Nadiem Makarim Singgung Pengakuan Saksi yang Sebut Tak Ada Intervensi Menteri