Baca Juga: Pilar Saga Ichsan Hadiri Musrenbang Ciputat, Serap Aspirasi Warga untuk RKPD 2026
Gejala Diare hingga Sesak Napas
Terkait gejala keracunan yang ditunjukkan para siswa dalam insiden itu, bermula dari banyaknya anak-anak yang sakit akibat diare hingga sesak napas.
"Anak-anak yang sakit disuruh ke UKS, pertolongan pertama, anak-anak diperiksa kemudian diberi obat diare, mual oleh tim medis," tutur pihak sekolah.
"Pukul 09.30 WIB, keadaan anak-anak yang mengalami gejala bertambah banyak, ada yang muntah, sesak napas, dan pingsan," sambungnya.
Diketahui, sebanyak 52 ambulan mulai berdatangan sekitar pukul 10.00 WIB, karena para siswa yang harus dirujuk ke rumah sakit bertambah banyak.
Hingga Jumat, 30 Januari 2026, pukul 16.30 WIB, pihak SMAN 2 Kudus menyebutkan jumlah siswa yang terdampak dalam kasus ini sebanyak 521 orang, dan guru sebanyak 24 orang.
(***)
Artikel Terkait
Longsor Cisarua Tuai Sorotan di Medsos, Dinilai Jadi Pengingat akan Pentingnya Kewaspadaan pada Kawasan Rawan Bencana
Cerita Ahok Semasa Jadi Mantan Bos Pertamina di Sidang Kasus Korupsi Minyak, Ngaku Pernah Layangkan Pemecatan Direksi
Resmikan Stasiun Jatake, Andra Soni Tekankan Peran Kereta Api bagi Pertumbuhan Wilayah
Wagub Dimyati Minta Komisi II DPR RI Aktif Perkuat Bank Banten sebagai Penggerak Ekonomi
Musrenbang Kecamatan Ciputat 2026 Fokus Stunting, Sampah, dan Banjir