Presiden Venezuela Nicolas Maduro Dituduh Pimpin Jaringan Narkotika, Tambah Deretan Tokoh yang Pernah Ditangkap AS

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Rabu, 7 Januari 2026 | 14:17 WIB
Menyoroti penangkapan presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) terkait kasus narkotika internasional. (Instagram.com/@jevuska)
Menyoroti penangkapan presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat (AS) terkait kasus narkotika internasional. (Instagram.com/@jevuska)

Baca Juga: DPRD Tangsel Minta Laporan Rapat Usai Pengiriman Sampah ke TPAS Cilowong Dihentikan

Kendati demikian, sebagian publik mengkritisi tentang adanya operasi militer yang dinilai kontroversial terhadap Maduro.

"Penangkapan ini dilakukan melalui operasi militer yang kontroversial dan menimbulkan protes soal hukum internasional," demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Di sisi lain, penangkapan Maduro ini juga mengingatkan publik tentang sejumlah tokoh presiden dari negara lainnya yang pernah ditangkap oleh otoritas internasional AS.

Saddam Hussein (Irak)

Diketahui, Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan AS pada 2003 setelah invasi AS ke Irak.

Baca Juga: Ngontenin Tangsel Dinilai Salah Arah di Tengah Krisis Kota

"Alasan resminya adalah tuduhan bahwa rezimnya memiliki senjata pemusnah massal (WMD) dan mendukung aksi teror," tulis postingan yang sama.

"Klaim ini menjadi dasar invasi tetapi senjata tersebut tidak pernah ditemukan," sambungnya.

Meski demikian, Saddam ditangkap dan kemudian diadili oleh pengadilan Irak atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Manuel Noriega (Panama)

Pemimpin militer dan penguasa de facto Panama ini juga menjadi tokoh yang pernah ditangkap pasukan AS.

Baca Juga: Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik

Hal itu terjadi setelah AS menginvasi Panama (Operasi Just Cause) dengan alasan Noriega dakwa atas narkotika, pencucian uang, dan racketeering.

"Serta karena konflik politik (membatalkan hasil pemilu dan kekacauan domestik). Dia akhirnya diadili dan dihukum di AS," ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X