Baca Juga: DPRD Tangsel Minta Laporan Rapat Usai Pengiriman Sampah ke TPAS Cilowong Dihentikan
Kendati demikian, sebagian publik mengkritisi tentang adanya operasi militer yang dinilai kontroversial terhadap Maduro.
"Penangkapan ini dilakukan melalui operasi militer yang kontroversial dan menimbulkan protes soal hukum internasional," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Di sisi lain, penangkapan Maduro ini juga mengingatkan publik tentang sejumlah tokoh presiden dari negara lainnya yang pernah ditangkap oleh otoritas internasional AS.
Saddam Hussein (Irak)
Diketahui, Saddam Hussein ditangkap oleh pasukan AS pada 2003 setelah invasi AS ke Irak.
Baca Juga: Ngontenin Tangsel Dinilai Salah Arah di Tengah Krisis Kota
"Alasan resminya adalah tuduhan bahwa rezimnya memiliki senjata pemusnah massal (WMD) dan mendukung aksi teror," tulis postingan yang sama.
"Klaim ini menjadi dasar invasi tetapi senjata tersebut tidak pernah ditemukan," sambungnya.
Meski demikian, Saddam ditangkap dan kemudian diadili oleh pengadilan Irak atas kejahatan terhadap kemanusiaan.
Manuel Noriega (Panama)
Pemimpin militer dan penguasa de facto Panama ini juga menjadi tokoh yang pernah ditangkap pasukan AS.
Baca Juga: Program “Ngontenin Tangsel” Berlanjut dengan Hadiah Lebih Menarik
Hal itu terjadi setelah AS menginvasi Panama (Operasi Just Cause) dengan alasan Noriega dakwa atas narkotika, pencucian uang, dan racketeering.
"Serta karena konflik politik (membatalkan hasil pemilu dan kekacauan domestik). Dia akhirnya diadili dan dihukum di AS," ungkapnya.
Artikel Terkait
Fiersa Besari Curhat soal Insiden Kecelakaan yang Dialami Istrinya, Ceritakan Pelaku Hampir Diberi 'Salam Olahraga'
Diantar Orang Tua Sampai ke Gerbang, Momen Anak-Anak di Aceh Tamiang Mulai Hari Pertama Masuk Sekolah
IFG Corporate University Raih Akreditasi Global EFMD–CLIP dalam Lima Tahun Sejak Berdiri
Bukan Rp150 Juta, Terungkap Pembuatan Sumur Bor di Aceh dengan Biaya Rp15 Juta yang Kedalaman Mencapai 89 Meter
Pemkot Tangsel Berikan Diskon PBB-P2 Awal Tahun 2026, Berlaku hingga 30 Juni