Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan, kerja sama, dan semangat saling memaafkan, sebagaimana diajarkan oleh semua agama.
Ia mengingatkan bahwa demokrasi membuka ruang kritik dan koreksi, namun fitnah dan kebohongan yang memecah belah bangsa tidak dapat dibenarkan.
“Kritik itu mengamankan. Yang tidak baik adalah fitnah dan kebohongan yang menimbulkan perpecahan,” tegas Prabowo.
Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah capaian pemerintah, termasuk keberhasilan menjaga ketahanan pangan nasional hingga Indonesia tidak lagi mengimpor beras pada 2025.
Kebijakan tersebut, menurutnya, turut berdampak pada stabilitas harga beras dunia. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis juga telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional menjadi bukti nyata kuatnya persatuan dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
“Perayaan ini adalah kehormatan bagi saya dan membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang rukun dan harmonis. Saya bangga menjadi anak Indonesia,” pungkas Presiden.
Perayaan Natal Nasional 2025 berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri tokoh lintas agama, pejabat negara, serta perwakilan umat Kristiani dari seluruh penjuru Tanah Air, mencerminkan semangat persaudaraan dan kebhinekaan Indonesia.
(***)
Artikel Terkait
Lumpur dan Bongkahan Batu Berserakan, Agam Sumatera Barat Diterjang Banjir Lagi
Bikin Salut, Korban Bencana di Aceh Kompak Menarik Mobil Petugas PLN demi Penerangan Listrik di Wilayahnya
Masih Ditulis oleh RRT, Roy Suryo Ungkap Perbedaan Perilisan Buku soal Jokowi dan Gibran
Satu Dekade Sisumaker Tangsel, Inovasi Digital Persuratan Jadi Rujukan Nasional
Beredar Video Banjir yang Melanda Kota Cilegon: Tak Bisa Dilewati Kendaraan, Lalu Lintas Sempat Terputus