Baca Juga: Cerita Ibu di Aceh Tamiang Bertahan 3 Hari Tanpa Air Sebelum Bantuan Tiba: Sedihnya Luar Biasa
Bupati Bener Meriah: Mereka Adalah Pedagang
Tagore menyebut, mereka adalah pedagang yang sengaja menjajak dagangan mereka dengan harga yang lebih murah ke pada para korban bencana di Bener Meriah.
"Rakyat yang punya uang, timbul kekhawatiran atau trauma dia beli ke sana," tuturnya.
"Jadi artinya, kalau kita lihat di lapangan, foto-foto (di media sosial) itu pedagang," ucap Tagore.
Bupati Bener Meriah itu memastikan, di jalur KKA itu bermunculan pasar-pasar baru yang dijadikan tempat bagi para pedagang untuk berjualan.
"Tumbuh pasar-pasar di setiap sudut, lebih dekat ke Lombok atau Aceh Utara. Harga lebih murah menuju ke Benar Meriah," tandas Tagore.
Picu Kritik Keras di Medsos
Setelah klarifikasi dari Bupati Bener Meriah itu beredar di media sosial, muncul kritikan keras dari sebagian pihak yang menilai hal itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sebagian di antaranya menyayangkan pernyataan sang pejabat daerah yang dinilai menunjukan sikap yang tidak berempati kepada warganya.
Baca Juga: Arus Deras Sungai Bireuen Akibatkan Kapal Getek Terbalik, Warga Berupaya Selamatkan Korban Hanyut
"Pak Tagor, warga Anda capek jalan menjemput logistik berjalan kaki, malah Anda katakan mereka cuman pedagang," tulis warganet dengan akun @BraderJr.
"Yang benar pak, pedagang sebanyak itu mau dagang ke siapa? yang jelas itu warga, pedagang paling hanya puluhan orang," ungkap warganet lainnya melalui akun @AmranBakkara. (***)
Artikel Terkait
Soroti Masa Pascabencana Sumatera, Akademisi Ungkap Pemulihan Butuh Banyak Sumber Daya: Kita Butuh Bangun Rumah dan Infrastruktur
Banjir Bandang Kembali Terjang Batu Busuk Padang, Debit Air Tinggi dan Arus Deras Jebol Tanggul Sungai Batang Kuranji
Seminggu Ngebut Pengerjaan Jembatan Bailey Teupin Mane, Momen Warga Akhirnya Punya Akses Bireuen-Aceh Tengah Lagi
Bukan Melawan MK, Perpol 10/2025 Justru Kunci Ketaatan Kapolri: Analisis Sahabat Presisi
PITS Tangsel Gandeng Kejari, Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Hukum