Baca Juga: Sampah Tangsel di Ambang Ledakan, Budayawan Uten Sutendy: Ini Kebodohan Kota yang Sulit Dimaafkan
Salah seorang pria yang melakukan pungutan berinisial BS mengklaim bahwa Rp150 ribu tersebut bukan bentuk pemalakan.
BS menegaskan bahwa uang tersebut merupakan bagian dari aturan desa.
“Ini sudah aturannya di sini. Kalau tidak mau bayar, busnya saya tahan,” kata Timothy sambil menirukan ancaman yang didapat dari BS.
Ketika diminta menunjukkan bukti resmi atau dasar hukum, BS berkelit dan berdalih bukti ada di rumahnya.
Baca Juga: Pajak Award Tangsel 2025: BPHTB Jadi Penyumbang Terbesar, Realisasi Pajak Tembus 100,58 Persen
Alasan tersebut dinilai tak masuk akal dan jauh dari standar pengelolaan wisata profesional.
Setelah sempat didesak, BS akhirnya memberikan kwitansi tulisan tangan tanpa stempel, tanpa kop desa, dan tanpa legitimasi hukum apa pun.
Tantang Rombongan untuk Laporkan ke Jalur Hukum
Tak tinggal diam, pihak rombongan wisata menyatakan bahwa perlakuan tersebut akan dibawa ke jalur hukum dengan membuat laporan pada pihak berwajib.
Baca Juga: Pajek Award Tangsel 2025, Wajib Pajak Padati Ballroom Swiss-Belhotel Serpong
Namun, respons yang diberikan oleh BS justru menantang dan menunggu laporan dilakukan.
“Silakan laporkan, saya tidak takut,” ujarnya.
Demi keselamatan dan kondisi psikologis para wisatawan asal Surabaya yang sudah ketakutan, rombongan akhirnya terpaksa menyerahkan uang tersebut agar bisa meninggalkan lokasi.
Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi, Abdul Aziz, menyayangkan insiden tak mengenakan yang dialami wisata asal Surabaya tersebut karena dapat merugikan nama baik Banyuwangi menjelang periode musim libur Nataru.
Artikel Terkait
Novel Baswedan soroti tentang banjir Sumatera dan kaitannya dengan tindak pidana korupsi
Muncul ‘Pasar Minyak Dadakan’ untuk Warga Bener Meriah dan Takengon Aceh yang Masih Terisolir
Gubernur Mualem Ungkap Tim Yang Didatangkan Dari China Belum Bekerja Maksimal
Momen Warga Tunjukkan Kondisi Rumah Usai Banjir Bandang di Sumatera, Lumpur Nyaris Tutup Pintu Masuk
Pilu Suami saat Kumandangkan Azan demi Doakan Istrinya yang Hilang Ditelan Longsor Sibolga: Sayang, Ayo Pulang