Pemprov Sumut Sebut Bantuan Logistik Aman, Akui Kendala Distribusi Sulit ke Tapteng dan Sibolga yang Masih Terisolir

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 1 Desember 2025 | 20:11 WIB
Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst)
Gubernur Sumut, Bobby Nasution tak menyalahkan masyarakat usai viralnya aksi penjarahan di Tapteng dan Sibolga. (Instagram.com/@bobbynst)

Baca Juga: Booming!, Proyek Properti Baru Di BSD Timur Serpong Dan Kebijakan Global Citizenship Of Indonesia

Wagub Sumut Minta Warga Bersabar

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, meminta masyarakat untuk bersabar karena pemerintah sedang berupaya untuk membuka akses agar distribusi lancar.

Ia juga mengklaim bahwa bantuan cukup memadai, hanya akses yang masih menjadi kendalanya.

“Pemerintah ini baik dari pusat maupun daerah provinsi, itu logistik cukup. Cuma mau menyampaikan ke sana itu sebetulnya yang belum bisa,” ucap Surya di Medan pada Minggu,30 November 2025.

Oleh karena itu, kata Surya, distribusi untuk daerah terisolir tersebut akan dilakukan melalui jalur Subulussalam, Aceh.

Baca Juga: Kadin Indonesia Instruksikan Penundaan, Mukota Kadin Tangsel Resmi Diundur Tiga Hari

“Maka kita dari Sumatera Utara itu mengambil jalur ke arah Subulussalam, kalau dari yang normal udah nggak bisa. Itu pun kendaraannya hanya kecil,” imbuhnya.

Kepala BNPB Sebut Penjarahan untuk Mengambil Bahan Makan, Bukan Merusak

Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa masyarakat mengambil makanan tanpa niat jahat.

“Tentu saja kita yakin dan percaya bukan niatnya jahat tapi karena takut, mungkin karena memang sudah beberapa jam atau mungkin ada yang belum makan dari beberapa hari gitu sehingga terkesan begitu,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers di Tapanuli Utara pada Minggu, 30 November 2025.

Baca Juga: Tangsel Raih Terbaik Kedua Paritrana Award 2025, Bukti Serius Lindungi Pekerja Formal-Informal

“Itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi bukan menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan sebagainya, tidak,” tuturnya.

BNPB pun mengakui Tapanuli Tengah dan Sibolga menjadi wilayah paling parah di Sumatera Utara dengan akses yang masih terputus hingga saat ini. (***)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X