Pada tanggal 10 November 2025, mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Dari Dompet ke Laporan: Melacak Jejak Uang untuk Masa Depan yang Lebih Baik”.
Kegiatan ini berlangsung di SMK Kartika X-I, yang beralamat di Jl. Daan Mogot KM.17 Komp. Kodam Kalideres, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran literasi finansial di kalangan siswa SMK melalui pembelajaran pencatatan keuangan sederhana dan penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Baca Juga: PKM Dosen Unpam Dalam Rangka Membantu UMKM Membuat Laporan Keuangan Sederhana
Kegiatan ini dipimpin oleh Muhammad Iqbal Muchaya selaku ketua kelompok, dengan anggota Adinda Aurelia, Elfin Derman Waruwu, dan Salsabila Azzahra.
Para mahasiswa dibimbing oleh dosen Universitas Pamulang, Meta Nursita, S.E., M.Ak. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala SMK Kartika X-I, Bapak M. Hidayatullah, S.Kom, yang memberikan izin dan semangat dalam pelaksanaan program.
Sebanyak 34 siswa SMK Kartika X-I berpartisipasi dengan antusias dalam kegiatan ini.
Meningkatkan Literasi Finansial Siswa SMK
Literasi finansial adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi muda di era digital ini.
Baca Juga: Mahasiswa Akuntansi Unpam Gelar PKM di TPA Al-Ashri: Ciptakan Gaya Belajar Asyik dan Menarik
Banyak siswa yang mulai mendapatkan penghasilan dari pekerjaan paruh waktu atau usaha kecil, namun belum memiliki kebiasaan mencatat dan mengelola keuangan dengan baik.
Dalam kegiatan “Dari Dompet ke Laporan”, mahasiswa Universitas Pamulang mengajak siswa untuk memahami pentingnya pencatatan keuangan, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta mengelola uang dengan lebih disiplin.
Peserta diajak untuk mengenali alur uang mereka sendiri dan bagaimana hal itu mempengaruhi kemampuan menabung serta perencanaan masa depan.
Artikel Terkait
Hafiz Juliansyah Terpilih Pimpin Pemuda Muhammadiyah Tangsel, Siap Dorong Gerakan Pemuda Unggul dan Berkemajuan
Di Balik Skandal Jual-beli Jabatan yang Jerat Bupati Ponorogo, Ada Dugaan Suap Senilai Rp1,25 Miliar ke Kantong Sugiri Sancoko
Kasus Penemuan Balita Asal Makassar di Jambi, Terduga Pelaku Ngaku Sempat Menjual sang Anak Senilai 3 Juta
Temuan Uang Rp500 Juta saat OTT Bupati Sugiri Sancoko di Skandal Jual-beli Jabatan dan Proyek Pekerjaan RSUD
Di Balik Optimisme Menkeu Purbaya Kejar Target Pajak, Ada Sisa di Akhir Tahun 2025 yang Dinilai Berat