Oleh: Junaidi Rusli
Artikel - Gelombang ketidakpercayaan publik terhadap institusi kepolisian terus meningkat.
Sejumlah survei terbaru menunjukkan Polri berada dalam posisi rapuh, penuh kritik, dan dinilai gagal menjaga marwah sebagai penegak hukum.
Kasus-kasus besar, mulai dari skandal korupsi, keterlibatan aparat dalam bisnis ilegal, hingga dugaan pelanggaran etik dan kekerasan berlebihan, semakin memperkuat persepsi bahwa Polri kian jauh dari semangat reformasi 1998.
Baca Juga: Kisruh KONI Tangsel: Mundurnya Empat Wakil Ketua dan Bayangan Dampaknya ke Porprov 2026
Lemahnya komitmen pemberantasan korupsi serta rapuhnya integritas kepemimpinan Polri menjadi sorotan utama.
Saat masyarakat menuntut keadilan terhadap kejahatan kerah putih, aparat justru terkesan gamang bahkan terjebak dalam konflik kepentingan.
Tak heran, seruan agar Presiden mencopot Kapolri kini makin menguat sebagai bentuk pemulihan marwah penen Aset
Indonesia dinilai terlalu lama menunda pengesahan UU Perampasan Aset Tindak Pidana. Regulasi ini sangat penting untuk menutup celah para koruptor dan mafia dalam menyembunyikan hasil kejahatan.
Tanpa instrumen hukum tersebut, penegakan hukum hanya sebatas memenjarakan pelaku, bukan memiskinkan koruptor.
Keterlambatan pengesahan undang-undang ini jelas merugikan publik.
Korupsi berulang, kekayaan ilegal tetap aman diwariskan, sementara rakyat hanya bisa menanggung dampak berupa ketidakadilan dan terhambatnya pembangunan.
Baca Juga: Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Tinjau TPS3R untuk Optimalkan Penanganan Sampah di Tangsel
Pemerintah dan DPR didesak menjadikan UU ini sebagai prioritas nasional, bukan lagi bahan tarik-menarik kepentingan politik.
Artikel Terkait
Aktivis Nasional Jambore 2017 Desak Presiden Reshuffle Menteri Agama Usai Sorotan Publik
Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan Tinjau Warga Asrama Polri Terdampak Kebakaran di Serpong
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Baru Kasus Korupsi Chromebook
Empat Wakil Ketua KONI Tangsel Serentak Mundur, Ketua Hamka Handaru Sebut Dinamika Organisasi
JP Morgan Prediksi Pasar Saham RI Bangkit di Semester II 2025, Konsumsi Domestik Jadi Motor Utama