Baca Juga: BMM Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian Selama 24 Tahun Berturut-Turut
“Di media sosial, konfirmasi dan akurasi sering diabaikan. Inilah yang membuat akurasi mengalami krisis. Jurnalisme profesional hadir untuk meluruskan kekacauan informasi,” tegas Nezar.
PWI dan Harapan Persatuan
Silaturahmi ini sekaligus menjadi pembuka Kongres Persatuan PWI 2025, yang mempertemukan dua kepengurusan setelah sempat berjalan terpisah.
Dua calon Ketua Umum, Hendry CH Bangun dan Akhmad Munir, serta dua calon Ketua Dewan Kehormatan, Sihono HT dan Atal S. Depari, resmi maju dalam kongres.
Baca Juga: Bupati Serang Ratu Zakiyah Terima Penghargaan BAZNAS Awards 2025
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyoroti pentingnya mengakhiri keterbelahan organisasi PWI.
“Kita berharap PWI tidak lagi terbelah. Matahari kembar bisa membuat cahaya makin terang, tapi juga bisa saling bertabrakan. PWI ibarat partai besar, mirip NU dan Muhammadiyah. Dulu, PWI bahkan lebih besar dari Dewan Pers,” ungkap Komaruddin.
Ia menegaskan bahwa pers memiliki peran historis dalam perjuangan bangsa.
“Kemerdekaan kita juga hasil olahan kata-kata. Nabi pun juru berita dari langit. PWI sejak awal menjadi pionir membangun peradaban lewat kekuatan kata. Maka tugas pers hari ini adalah menjaga warisan itu,” pungkasnya.
Baca Juga: Berikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat, Pesan Gubernur Banten Andra Soni
Jaga Kredibilitas dan Integritas
Sementara itu, Kepala BPSDM Hukum Gusti Ayu Suwardani mengingatkan agar wartawan tidak terjebak pada informasi viral tanpa verifikasi.
“PWI adalah organisasi besar, jangan mudah terpancing hal-hal viral tapi belum tentu benar. Tugas wartawan adalah menjaga kredibilitas dan integritas informasi,” tegasnya.
Artikel Terkait
Pemprov Banten Tindaklanjuti Aspirasi Serikat Buruh Sesuai Kewenangan
Pemkab Serang-Yayasan Al Bahru Teken MoU Pembangunan Masjid Terapung Banten
Menjaga Independensi Pers dari Intervensi
Muhammad SAW: Sosok Agung yang Lahir di Tahun Gajah, Teladan Abadi Umat Manusia
IFG Tutup Program Kindness to Progress Vol. 4 di Malang, Wujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan