Buku dan formulir braille untuk layanan informasi publik, termasuk formulir keberatan.
Kerja sama dengan Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) untuk mendukung layanan inklusif.
Website PPID dengan fitur aksesibilitas, termasuk menu khusus dan layanan text to speech.
Pelayanan publik ramah difabel, seperti loket khusus di Disdukcapil, akte kelahiran braille, jalur difabel di fasilitas umum, hingga akses wisata ramah disabilitas.
Baca Juga: Hidup di Gubuk Reyot, Enci dan Sanah Pemulung Cipayung Ciputat Bertahan Hidupi 5 Anak
Dengan dukungan SDM PPID yang siap melayani baik secara langsung maupun daring, Pemkot Tangsel ingin memastikan bahwa setiap warga tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat pelayanan publik.
Tangsel Menuju Kota Inklusif
Pilar menegaskan, prinsip utama Pemkot Tangsel adalah menghadirkan layanan publik yang adil, transparan, dan inklusif.
“Prinsip kami jelas, pelayanan publik harus dirasakan manfaatnya oleh semua warga. Dengan inovasi berbasis teknologi sekaligus layanan ramah disabilitas, kami ingin Tangsel menjadi kota yang benar-benar inklusif,” tegasnya.
Baca Juga: Menteri Ara Pro Orang Kaya? Warga Gugat Permen No. 5/2025 ke Mahkamah Agung
Dengan rangkaian inovasi tersebut, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan kualitas layanan informasi publik sekaligus memperluas akses keterbukaan informasi yang bisa dinikmati seluruh masyarakat. (***)
Artikel Terkait
Tasyakuran HUT ke-80 RI di Tangsel Penuh Makna
Ayah Wafat Sehari Sebelum Dikukuhkan, Rahmat Tetap Pimpin Pasukan 17 di HUT ke-80 RI Tangsel
Viral! Ijazah Siswa SMK di Ciputat Ditahan Gara-Gara Tunggakan SPP dan Biaya Study Tour
MRT Ekspansi ke Banten, Andra Soni Yakin Munculkan Pusat Ekonomi Baru
Menteri Ara Pro Orang Kaya? Warga Gugat Permen No. 5/2025 ke Mahkamah Agung