Pondok Aren, BidikTangsel.com – Praktik pemotongan dana pinjaman di lembaga keuangan koperasi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sada Indo Utama digugat oleh nasabahnya, Sartono, karena merasa dirugikan dalam pencairan dana pinjaman.
Sartono mengaku hanya menerima sekitar Rp101 juta dari total pinjaman Rp150 juta, usai dipotong sejumlah biaya, termasuk kewajiban membeli layanan "Hold BI Checking" senilai Rp24 juta.
Kepada awak media, Sartono membeberkan kronologi pengajuan pinjaman yang bermula pada Agustus 2023.
Baca Juga: Tanggapi Isu Makanan MBG Diduga Basi, Pemkot Tangsel Tegaskan Prosedur Aman dan Program Tetap Jalan
Saat itu, ia mengurus pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah melalui perantara bernama Robi. Ia sempat dijanjikan pinjaman hingga Rp300 juta, namun realisasinya hanya Rp150 juta.
"Dari Rp150 juta, pertama saya hanya terima sekitar Rp81 juta. Keesokan harinya baru ditransfer lagi Rp24 juta setelah saya membayar 'Hold BI Checking'," kata Sartono.
Selain potongan "Hold BI Checking", Sartono mengungkap adanya potongan lain untuk pembayaran PBB dua tahun, biaya administrasi, hingga pungutan atas nama IMB senilai Rp5 juta.
Anehnya, setelah dilakukan pengecekan, biaya IMB tersebut diduga tidak pernah dibayarkan ke instansi terkait.
Diduga Langgar Aturan Bunga Koperasi
Kuasa hukum Sartono, Elvianus Tarigan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri karena menduga ada pelanggaran hukum dalam perjanjian kredit.
"Bunga yang dikenakan mencapai 36% per tahun, padahal menurut Peraturan Menteri Koperasi maksimal hanya 24%. Itu pelanggaran," ungkap Elvianus.
Selain bunga, Elvianus juga menyoroti transparansi biaya yang dipotong dari pinjaman, termasuk kewajiban pembayaran "Hold BI Checking" yang menurutnya tidak memiliki dasar hukum yang jelas.
Artikel Terkait
Korpri Run 2025 di Anyer Sukses Besar! Bupati Serang: Hunian Hotel Naik, Ekonomi Warga Meningkat!
Tangis Balita Jadi Akhir Tragis: Ayah Kandung Tega Aniaya Hingga Tewas di Ciputat Tangsel
Spektakuler! 450 Penari Ramaikan Pentas Seni dan Tari Kolosal "Payung Geulis" di Alun Alun Pamulang Peringati Hari Anak Nasional 2025
Misteri Drum Maut di Sungai Cisadane: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk
Jum’at Berkah, BMM Bagikan Ribuan Paket Makanan Untuk Dhuafa