“Awalnya cuma retak kecil, tapi pas hujan makin deras, tembok langsung roboh. Kami langsung keluar rumah karena takut ada longsor susulan,” ujar Darto (50), warga terdampak. Tercatat, 16 KK terpengaruh akibat insiden ini.
Baca Juga: APBD Perubahan 2025 Tangsel Prioritaskan Penanganan Banjir, Pendidikan, dan Kesejahteraan Warga
Luapan Kali Serua dan Drainase Buruk
BPBD Tangsel mencatat luapan Kali Serua menjadi penyebab utama banjir di kawasan Ciputat dan sekitarnya, seperti di Perum Bintaro Indah, Gardenia Estate, hingga Green Hills.
Di sisi lain, penyempitan saluran drainase menjadi faktor yang memperburuk genangan, seperti terjadi di Gang Wahid Kedaung dan Kp. Empang Sari.
“Drainasenya kecil dan banyak yang mampet. Jadi setiap hujan deras, pasti banjir,” keluh Roni, warga Serua Indah.
Baca Juga: Warga Pondok Pucung Kawal Proyek Long Storage: Transparansi dan Partisipasi Jadi Kunci Sukses
Tanggapan dan Tindakan Pemkot
Petugas gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, hingga aparat kecamatan dikerahkan ke lokasi untuk memantau dan menanggulangi dampak banjir.
Kepala BPBD Tangsel, melalui pernyataan resminya, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
“Tim kami terus siaga di lapangan, termasuk mengevakuasi warga jika dibutuhkan. Kami juga sedang memetakan titik-titik rawan banjir untuk ditangani lebih lanjut,” jelasnya.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga meminta warga untuk rutin membersihkan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan guna mengurangi risiko banjir yang terus berulang setiap musim hujan. (***)