BIDIKTANGSEL.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik curang yang merugikan masyarakat dalam penjualan beras.
Sejumlah pelaku usaha diduga mengubah beras medium dengan melabelinya sebagai beras premium, sehingga konsumen tertipu dan harus membayar lebih mahal untuk kualitas yang seharusnya lebih rendah.
Menurut Amran, temuan ini berdasarkan pengecekan langsung oleh pemerintah dengan mengambil sampel beras premium di pasaran.
Baca Juga: Mudik Gratis 2025 di Banten: Ribuan Pemudik Diberangkatkan ke Berbagai Daerah
Hasilnya membuktikan bahwa beras yang dijual dengan label premium sebenarnya merupakan beras medium.
“Kami ke beberapa tempat, kami sudah ambil sampelnya, kami cek, ternyata isinya medium, tapi tulisnya premium,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Amran memberikan peringatan tegas kepada para pelaku usaha agar menghentikan praktik manipulatif ini.
Pemerintah berencana turun langsung ke berbagai daerah untuk melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi kecurangan yang merugikan masyarakat.
Baca Juga: Bupati Serang Sampaikan LKPJ 2024: Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pengangguran Menurun
“Sampaikan ke semua pengusaha, jangan medium dialihkan menjadi premium. Kami sebentar lagi akan cek seluruh Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, Amran juga menyinggung kasus serupa yang pernah terjadi pada minyak goreng Minyakita, di mana sejumlah pihak melakukan repacking dari produk curah menjadi kemasan premium dengan harga lebih tinggi.
“Saya sampaikan seperti minyak goreng kemarin. Kita berikan peringatan dulu, kalau tidak berubah, kami akan cek seluruh Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga: Forkopimda Tangsel Gelar Rapat Bahas Keamanan dan Ketertiban Jelang Lebaran
Pemerintah menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak hanya merugikan konsumen tetapi juga menciptakan ketidakadilan di pasar.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Saksikan Penyerahan 2.000 Mushaf Al Qur an untuk Masyarakat
Pemerintah Hapus Sanksi Keterlambatan Lapor SPT Tahunan 2024, Ini Ketentuannya
Pemprov Banten Perkuat Komitmen Ramah Investasi, Industri Chemicals Siap Perluas Usaha
Waspada! Modus Penipuan Mengatasnamakan Direktorat Jenderal Pajak
Beberapa Capaian Provinsi Banten Jadi Parameter Nasional, Gubernur Andra Soni: "Harus Terus Dioptimalkan"