Berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan:
- Pusing mendadak
- Sesak napas
- Jantung berdebar tidak normal
- Nyeri dada
- Lelah ekstrem hingga muntah-muntah
- Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba
Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera cari bantuan medis untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
Baca Juga: Dikunjungi DPR RI, Pilar: Pemkot Tangsel Siap Kawal Program MBG dengan Optimal
Penyebab Henti Jantung di Usia Muda
Meski lebih sering terjadi pada lansia, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko henti jantung pada anak muda, antara lain:
-
Kardiomiopati Hipertrofik
Penyakit ini terjadi akibat penebalan otot jantung yang dapat mengganggu ritme detaknya. Kondisi ini sering kali merupakan penyakit bawaan yang tidak terdeteksi hingga seseorang mengalami gejala serius. -
Kelainan Arteri Koroner
Beberapa individu memiliki arteri koroner yang tidak terbentuk dengan normal sejak lahir. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah ke jantung terganggu, terutama saat berolahraga, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung. -
Miokarditis
Peradangan pada dinding jantung ini biasanya dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan ritme jantung yang berbahaya. -
Commotio Cordis
Cedera pada dada akibat pukulan atau benturan yang terjadi pada saat yang tidak tepat bisa menyebabkan gangguan ritme jantung mendadak. Kasus ini sering ditemukan pada atlet muda yang berpartisipasi dalam olahraga kontak seperti baseball atau tinju.
Baca Juga: Dulu Langganan Banjir, Kini SDN Pamulang Barat Jadi Sekolah Impian yang Megah
Menurut beberapa warga yang kami wawancarai, kesadaran terhadap kesehatan jantung masih perlu ditingkatkan.
“Saya tidak menyangka kalau henti jantung bisa terjadi pada anak muda. Ini jadi pengingat buat kita semua agar lebih menjaga kesehatan,” ujar Rina (27), seorang karyawan swasta di Tangerang Selatan.
Sementara itu, Aditya (30), seorang pelatih kebugaran, menyarankan agar masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatan jantung.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Pj Gubernur Banten A Damenta Tekankan Regenerasi Petani
“Olahraga teratur, pola makan sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung,” katanya.
Mengingat bahaya henti jantung yang bisa terjadi pada siapa saja, penting untuk lebih waspada terhadap gejalanya.
Artikel Terkait
Pemkot Tangsel Siap Kawal Program MBG dengan Optimal
Preman Ormas Diduga Lakukan Pemalakan di Pamulang, Acara Marching Band TK Berujung Ricuh
Perseroda PITS Tangsel Dinilai Tidak Transparan dan Tidak Profesional, LBH Ansor Akan Tempuh Jalur Hukum
5 Rekomendasi Produk Aleza Sale Terlaris dan Terbaru untuk Wanita Berhijab
Pj Gubernur Banten A Damenta Hadiri Haul Syekh Dalem Dayeuhan di Pandeglang