Henti Jantung Bisa Mengancam Usia Muda, Waspadai Gejalanya

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Senin, 17 Februari 2025 | 19:39 WIB
Aktris Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu, 16 Februari 2025. (Instagram/ronn_sae)
Aktris Kim Sae-ron ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu, 16 Februari 2025. (Instagram/ronn_sae)

Baca Juga: Pekan Terakhir Menjabat, Pj Gubernur Banten A Damenta Pesan Sukseskan Program Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Berikut beberapa tanda yang harus diperhatikan:

  • Pusing mendadak
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar tidak normal
  • Nyeri dada
  • Lelah ekstrem hingga muntah-muntah
  • Kehilangan kesadaran secara tiba-tiba

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera cari bantuan medis untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Baca Juga: Dikunjungi DPR RI, Pilar: Pemkot Tangsel Siap Kawal Program MBG dengan Optimal

Penyebab Henti Jantung di Usia Muda

Meski lebih sering terjadi pada lansia, beberapa faktor bisa meningkatkan risiko henti jantung pada anak muda, antara lain:

  1. Kardiomiopati Hipertrofik
    Penyakit ini terjadi akibat penebalan otot jantung yang dapat mengganggu ritme detaknya. Kondisi ini sering kali merupakan penyakit bawaan yang tidak terdeteksi hingga seseorang mengalami gejala serius.

  2. Kelainan Arteri Koroner
    Beberapa individu memiliki arteri koroner yang tidak terbentuk dengan normal sejak lahir. Hal ini dapat menyebabkan aliran darah ke jantung terganggu, terutama saat berolahraga, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.

  3. Miokarditis
    Peradangan pada dinding jantung ini biasanya dipicu oleh infeksi virus, bakteri, atau reaksi alergi terhadap obat-obatan tertentu. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan ritme jantung yang berbahaya.

  4. Commotio Cordis
    Cedera pada dada akibat pukulan atau benturan yang terjadi pada saat yang tidak tepat bisa menyebabkan gangguan ritme jantung mendadak. Kasus ini sering ditemukan pada atlet muda yang berpartisipasi dalam olahraga kontak seperti baseball atau tinju.

Baca Juga: Dulu Langganan Banjir, Kini SDN Pamulang Barat Jadi Sekolah Impian yang Megah

Menurut beberapa warga yang kami wawancarai, kesadaran terhadap kesehatan jantung masih perlu ditingkatkan.

“Saya tidak menyangka kalau henti jantung bisa terjadi pada anak muda. Ini jadi pengingat buat kita semua agar lebih menjaga kesehatan,” ujar Rina (27), seorang karyawan swasta di Tangerang Selatan.

Sementara itu, Aditya (30), seorang pelatih kebugaran, menyarankan agar masyarakat lebih aktif dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Pj Gubernur Banten A Damenta Tekankan Regenerasi Petani

“Olahraga teratur, pola makan sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung,” katanya.

Mengingat bahaya henti jantung yang bisa terjadi pada siapa saja, penting untuk lebih waspada terhadap gejalanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X