Oleh : Hendra J Kede
Namanya Ninik Rahayu, pakai Doktor didepan namanya pula. Penulis sendiri merasa tidak pernah mendengar namanya pernah beririsan dengan pers, tiba-tiba jadi Ketua Dewan Pers.
Pertanyaan pertama penulis ketika nama pengganti Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Azyumardi Azra adalah Dr. Ninik Rahayu adalah siapa sih ini orang?
Banyak wartawan senior kenalan penulis yang bahkan mendengar namanya saja belum pernah.
Entah apa kompetensinya memimpin Dewan Pers yang merupakan induk pilar keempat demokrasi di Indonesia itu.
Apalagi hampir semua insan pers setelah wafatnya Prof. Dr. Azyumardi Azra berfikir Wakil Ketua Dewan Perslah yang otomatis naik sebagai Ketua Dewan Pers, karena memang begitu Statuta Dewan Pers yang dipahami insan pers Indonesia.
Dengar-dengar dari senior yang ada di Dewan Pers, Ninik Rahayu seakan mencuri posisi Ketua Dewan Pers dari Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers yang menurut statuta Dewan Pers otomatis menjadi Ketua Dewan Pers apabila Ketua berhalangan tetap yakni Prof Azyumardi Azra wafat.
Denga-dengar juga, Dr. Ninik Rahayu bersama kelompoknya mengubah Statuta Dewan Pers, bahwa Ketua Dewan Pers harus dari unsur masyarakat dan....
Baca Juga: Ketua Umum PWI Pusat, Terima Penghargaan dari Kemenpora atas Dedikasi di Dunia Jurnalistik Olahraga
bisa ditebak... terpilihkah dia sebagai Ketua Dewan Pers. Ya, terpilih dengan merusak Statuta Dewan Pers.
Selama ini memang banyak yang tidak tahu terkait perubahan Statuta Dewan Pers dengan kasar ini.
Padahal di UU Pers tidak ada ketentuan bahwa Ketua Dewan Pers harus dari tokoh masyarakat.
Yang jelas, dikemudian hari, Dr. Ninik Rahayu setelah menjabat Ketua Dewan Pers berpandangan punya wewenang mengusir dan menggembok kantor organisasi wartawan tertua di Indonesia, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), yang berada di Gedung Dewan Pers, Lantai 4, Jln. Kebon Sirih 34, Jakarta Pusat.
Artikel Terkait
Saat Ini Angka Stunting di Tangsel ter Sisa 9,2 Persen
Pjs Wali Kota Tangsel: Mengingatkan ASN Agar Bersikap Netral dan Tidak Terlibat Politik Praktis
Sorotan Warga terhadap Proyek Drainase di Jalan Bonjol, Pondok Karya yang Dinilai Asal-Asalan
Progres Capai 98 Persen, Pemkot Tangsel Perbaiki Jalan Raya Villa Pamulang
Kabupaten Tangerang Melaju ke Empat Besar Nominasi UNESCO Creative Cities Network 2025 dengan Produk Kerajinan Bambu