PWI Pusat Harapkan Pilkada Aceh 2024 Berjalan Damai dan Demokratis

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Selasa, 3 September 2024 | 09:56 WIB
kunjungan eks Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, Muhammad Nazar, di Kantor PWI Kebon Sirih, Jakarta.
kunjungan eks Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, Muhammad Nazar, di Kantor PWI Kebon Sirih, Jakarta.

Jakarta, bidiktangsel.com - Memasuki masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menekankan pentingnya proses demokratisasi yang damai dan lancar.

Ketua Umum PWI, Hendry Ch Bangun, menyampaikan harapan tersebut saat menerima kunjungan eks Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, Muhammad Nazar, di Kantor PWI Kebon Sirih, Jakarta.

Baca Juga: Al Muktabar Tegaskan Pentingnya Sinergi DPRD dan Kepala Daerah untuk Sukseskan Pembangunan di Banten

Hendry menegaskan bahwa secara organisasi, PWI tidak memiliki kepentingan langsung dalam Pilkada yang sedang berlangsung.

"Kami berkepentingan agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan secara damai, tanpa adanya konflik horizontal di antara rakyat yang merasa tidak terwakili oleh dua calon yang ada di Aceh," ujar Hendry, Senin (2/9/2024).

Lebih lanjut, Hendry menekankan bahwa PWI mendukung apa yang terbaik bagi rakyat Aceh tanpa ada keterlibatan dalam masalah personal terkait Pilkada.

"Yang terbaik untuk rakyat Aceh adalah yang kami dukung," tambahnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Banten Al Muktabar: Kota Tangerang Terus Maju, Namun Tantangan Masih Ada

Sementara itu, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mengonfirmasi bahwa hingga batas waktu pendaftaran yang ditetapkan pada 27-29 Agustus 2024, hanya ada dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang mendaftar. Kedua pasangan tersebut adalah Bustami - Tgk Muhammad Yusuf A Wahab (Tu Sop), dan Muzakir Manaf (Mualem) yang berpasangan dengan Fadhlullah atau Dek Fad.

Di sisi lain, Muhammad Nazar, yang merupakan kandidat Cawagub Aceh namun tidak ikut serta dalam Pilkada kali ini, mengungkapkan bahwa ruang demokrasi di Aceh masih belum sepenuhnya terbuka.

Nazar awalnya berencana maju melalui jalur independen, namun terpaksa membatalkan niatnya karena keterbatasan waktu untuk mengumpulkan dukungan KTP.

Baca Juga: Safari Dakwah dan Santunan Satkar Ulama untuk H. Sachrudin dan H. Maryono Hasan: Doa dan Dukungan untuk Kepemimpinan Kota Tangerang

"Saya mencoba mendekati partai politik yang ada, melakukan presentasi sebagai bagian dari pendekatan politik," jelas Nazar.

Namun, usahanya tersebut tidak berhasil hingga masa akhir pendaftaran calon di KIP.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: PWI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X