Wapres Ma'ruf Amin Soroti Penanganan Judi Online di Indonesia, Tekankan Pemberantasan Hingga Tuntas

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 20:54 WIB
Pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas judi online.
Pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas judi online.

Jakarta, bidiktangsel.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya upaya pemberantasan judi online di Indonesia.

Ia menyatakan bahwa langkah-langkah tersebut tidak boleh berhenti sampai praktik perjudian benar-benar hilang dari tanah air.

"Kemudian juga memberdayakan umat dan mengambil peran-peran dalam rangka ikut sebagai sodiqul khukumah, mitra pemerintah, baik dalam pemberantasan narkoba, dalam pemberantasan judi," ungkap Ma'ruf Amin pada Sabtu (27/7/2024).

Baca Juga: BP2MI Siap Klarifikasi Terkait Sosok 'T' dalam Bisnis Judi Online di Indonesia

Ma'ruf mengakui bahwa hingga saat ini, praktik perjudian masih menjadi masalah yang belum bisa diatasi sepenuhnya di Indonesia.

Oleh karena itu, pemerintah telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk memberantas judi online. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih tegas untuk mengatasi masalah tersebut.

"Tetapi kita memang belum bisa menghilangkan perjudian ini. Karena itu perlu ada langkah-langkah yang tegas, alhamdulillah bahwa sesuai dengan sidang kabinet bahwa untuk memberantas judi online ini dibentuklah satgas," jelasnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf menekankan bahwa satgas yang telah dibentuk menunjukkan gerakan yang signifikan.

Namun, ia mengingatkan bahwa upaya ini tidak boleh berhenti hanya pada pemberantasan judi online, melainkan harus terus berlanjut hingga seluruh bentuk perjudian hilang dari Indonesia.

Baca Juga: Markdata Resmi Bergabung dengan Persepi, Perkuat Industri Riset dan Survei di Indonesia

"Satgas pemberantasan judi online dan kelihatan sudah ada gerakan-gerakannya, tetapi kita tidak boleh berhenti sampai judi online, tapi sampai kepada hilangnya perjudian di Indonesia," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ma'ruf juga mengenang masa lalu ketika para peminum dan penjudi dengan mudah berhenti dari kebiasaan buruk mereka. Ia mengungkapkan bahwa situasi tersebut sangat berbeda dengan kondisi saat ini.

"Kalau dulu di sana itu bukan botolan, tapi bergribah-gribah, kulit onta dijadikan tempat minuman, kalau di sini gentong. Dulu itu bukan berbotol-botol tapi bergentong-gentong. Bayangin tuh, dan mereka penjudi-penjudi banyak, tapi kenapa ketika dikatakan fahal antum muntahun, apakah kalian mau berhenti? Naam, intahaina, intahaina, kami berhenti, langsung berhenti itu khomar dibuang sampai ke selokan-selokan di Madinah penuh oleh khomar-khomar," jelasnya.

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Radi Iswan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X