FPRMI Membahas Peran Pers dalam Membentuk Influencer

photo author
Radi Iswan, Bidik Tangsel
- Jumat, 16 Februari 2024 | 13:20 WIB
Audiensi Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Kantor OIKN Jakarta.
Audiensi Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Kantor OIKN Jakarta.

Jakarta, bidiktangsel.com – Arus disinformasi yang deras saat ini, membuat masyarakat mudah terpengaruh.

Influencer dari berbagai platform media sosial bahkan kerap lebih didengar masyarakat ketimbang media massa.

Karena itu pers dituntut untuk senantiasa meningkatkan kapasitas dan profesionalisme secara kontinyu.

Baca Juga: Bupati Irna Pantau Langsung Pelaksanaan Pemilu 2024 di Pandeglang

Demikian harapan itu disampaikan Sekretaris Otorita Ibu Kota Negara (OIKN), Achmad Jaka Santos Adiwijaya saat menerima audiensi Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Kantor OIKN Jakarta pada Jumat (16/2/2023).

“Pers harus bisa melahirkan influencer yang memiliki banyak follower sehingga pers bisa menangkal dan meluruskan disinformasi yang beredar di masyarakat,” ujar Achmad.

Ia lantas menyinggung influencer yang dengan mudahnya mampu memberikan informasi kepada para pengikutnya yang jumlahnya bisa mencapai puluhan juta orang.

Baca Juga: Benyamin dan Forkopimda Tinjau TPS di Tangsel, Pastikan Pemilu Berjalan Lancar

“Influencer tidak memiliki kewajiban menyampaikan suatu informasi dengan benar. Iya kalau informasi yang disampaikan akurat, tapi jika tidak ini kan menjadi masalah.” katanya.

Karena itu tantangan pers ke depan, menurutnya, berharap media massa bisa memaksimalkan platform media sosial dan mendorong agar memiliki banyak pengikut.

Sehingga masyarakat bisa dibanjiri dengan informasi yang berimbang dan tentunya bisa dipertanggungjawabkan secara jurnalistik.

Baca Juga: Wali Kota Benyamin Ajak Masyarakat Kota Tangsel Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2024

OIKN sendiri sejauh ini berkolaborasi dengan para influencer. Selain media massa, OIKN menilai strategis peran influencer untuk menggaungkan informasi positif.

“Bahkan saat ini kan banyak jurnalis yang justru beralih ke platform media sosial. Dan itu justru banyak didengar. Contohnya Najwa Shihab,” terangnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Radi Iswan

Sumber: Humas FPRMI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X