Diakui Deden saat ini, masih banyak masyarakat Kota Tangsel, yang belum mengetahui adanya layanan pengelolaan darah gratis bagi warga ber-KTP Tangsel.
“Tahun lalu anggaran kita sebesar Rp5 miliar untuk program ini, tahun ini menjadi Rp2,2 miliar. Karena berdasarkan hasil evaluasi penyerapan tidak sebesar itu. Akhirznya tahun ini kita tetapkan 2,2 miliar. Maka kami berupaya masyarakat Tangsel mengetahui program ini ,” katanya.
Saat ini, tercatat ada 17 RS Swasta yang telah bekerjasama dengan Dinas kesehatan dan PMI Kota Tangsel, dalam pemanfaatan darah gratis bagi warga Tangsel.
“Ada 17 RS yang ter-MoU, ini kita dorong agar semua RS bekerjasama dengan kita,” singkatnya. (humas_kominfo)