"Di sini (Kelurahan Parung Serab) ada sekitar 13 rumah warga yang kita lakukan bedah rumah. Warga tersebut sudah di verifikasi dan telah kita survei dan layak menerimanya," ujar Hesto saat berbincang dengan Warta Banten, Minggu, (09/12/2018).
"Kita sepakat, kerja kita ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan kerja kita ini semata-semata ada unsur ibadahnya. Itulah salah satu yang membuat semangat tim untuk bekerja dengan ikhlas," sambungnya.
Pihaknya tidak berharap dalam program ini mendapatkan bayaran lebih. Akan tetapi yang lebih penting menurut Hesto adalah agar warga Kelurahan Parung Serab mendapat tempat tinggal yang layak untuk di tinggali.
"Kalau sebelumnya rumah warga yang menerima program ini pada bocor dan katakanlah reot, dengan kita bedah ini. Alhamdulilah, rumah warga tidak bocor lagi, dan atap rumahnya kita ganti dengan baja ringan semua, agar lebih tahan lama," ungkap Hesto kembali.
Lebih jauh ia mengatakan, dirinya berencana tahun depan untuk menjalankan program ini kembali, dan pihaknya sudah memiliki data-datanya. "Bersama BKM Kelurahan Parung Serab, kami telah mempunyai data rumah warga yang akan di bedah. Tahun depan target kita yakni sebanyak 48 rumah yang akan dapat program bedah rumah gratis," imbuhnya.
Jumlah tersebut meningkat lebih dari 100%, yang sebelumnya hanya 13 rumah di tahun 2018, untuk tahun 2019 menjadi 48 rumah.
Program ini dimaksudnya agar lebih tepat sasaran yaitu menyasar masyarakat atau warga yang kurang mampu .
"Selain mendapatkan bantuan bedah rumah, warga tersebut juga mendapatkan bantuan lainnya dari Pemerintah yakni bahan sembako dan lain-lain," jelasnya.