Ketika Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany, meninjau lokasi pada hari Rabu, (31/8-2016) lalu, menerangkan pihak DBMSDA Kota Tangsel mesti koordinasi dulu dengan pihak BBWSCC dan dijelaskan bahwa luapan air kali Angke berawal dari nilai debit di kali Serua.
"Upaya penanganan perlu dilakukan secepatnya pakai Bronjong dan karung pasir di lokasi tanggul jebol, juga pada sisi tanggul lainnya yang berpotensi jebol," jelas Walikota Tangsel, Hj. Airin.
Menurutnya, prosedur birokrasi itu ditempuh lantaran ketentuan kewarganegaraan pengelolaan dan perawatan ada di lembaga yang bernaung dibawah Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Karena kaitannya Kali Angke, tapi kita siap tangani," pungkasnya. (IsOne/Sugeng)