info-tangsel

Presiden Prabowo Soroti Antrean BPJS: Pelayanan Pasien Harus Setara

Selasa, 29 September 2026 | 16:36 WIB
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap prinsip kesetaraan pelayanan di rumah sakit.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan, terutama dalam hal pemangkasan waktu antrean dan kesetaraan layanan bagi seluruh pasien di rumah sakit.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Budi mengatakan Presiden meminta agar kualitas pelayanan peserta BPJS Kesehatan terus diperbaiki sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat dan optimal.

Baca Juga: KADIN Tangsel Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem UMKM Lewat Entrepreneur Hub 2026

“Harapan Bapak Presiden tadi di rapat adalah tolong dipastikan bahwa pelayanan BPJS juga ditingkatkan. Antriannya bisa lebih pendek lagi, kalau misalnya ada pasien yang masuk juga bisa dilayani dengan baik,” ujar Budi.

Selain persoalan antrean, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap prinsip kesetaraan pelayanan di rumah sakit. Pemerintah meminta agar peserta BPJS Kesehatan tidak memperoleh perlakuan berbeda dibandingkan pasien umum.

“Dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dengan pasien bukan BPJS,” kata Budi.

Pembiayaan BPJS Kesehatan

Dalam rapat tersebut, keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan turut dibahas. Menurut Budi, kepastian pembiayaan menjadi salah satu aspek penting agar peningkatan kualitas pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Tangsel Entrepreneur Hub Digulirkan, Pemkot Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Kolaborasi

Ia mengatakan Kementerian Keuangan telah memberikan kejelasan mengenai keberlanjutan pembiayaan BPJS Kesehatan, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kualitas pelayanan yang diberikan.

“Selama pelayanannya baik, ke masyarakat baik dan masyarakat juga membutuhkan, keuangannya nanti akan dipastikan terjaga,” ujar Budi.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebut peningkatan mutu layanan perlu mempertimbangkan sejumlah perubahan dalam sistem kesehatan, mulai dari inflasi medis, pertumbuhan penduduk, pergeseran pola penyakit hingga meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan juga akan melakukan pembenahan terhadap sejumlah aspek dalam penyelenggaraan layanan, termasuk upaya pencegahan fraud.

Prihati mengatakan BPJS Kesehatan juga akan mendorong pergeseran pendekatan pelayanan dari volume based menuju value based.

 

Halaman:

Tags

Terkini