info-tangsel

Gerakan Bumil Sehat Tangsel Digencarkan, Dokter Spesialis Ingatkan Kesehatan Janin Dimulai Sebelum Kehamilan

Senin, 3 Agustus 2026 | 21:31 WIB
Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Bumil Sehat, Senin (3/8/2026).

Ciputat, bidiktangsel.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus mengintensifkan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat melalui Gerakan Bumil Sehat, Senin (3/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan ibu hamil sekaligus mencegah stunting sejak masa prakonsepsi.

Dalam kegiatan tersebut, dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Ivander R. Utama, F.MAS., Sp.OG., M.Sc. (HumRepro), menegaskan bahwa menjaga kesehatan calon bayi tidak dimulai saat seorang perempuan dinyatakan hamil, melainkan sejak pasangan merencanakan kehamilan.

Baca Juga: Diprotes 2.000 Runner, Panitia Tangsel Fun Walk & Run Minta Maaf Soal Medali Telat

Menurutnya, banyak ibu baru mengetahui dirinya hamil setelah usia kehamilan memasuki sekitar empat minggu. Pada periode tersebut, janin sebenarnya telah berkembang meski ibu belum menyadari sedang mengandung.

"Ketika hasil tes kehamilan menunjukkan positif, umumnya usia kehamilan sudah sekitar satu bulan. Artinya, janin telah mengalami perkembangan sejak sebelum ibu mengetahui dirinya hamil," ujar dr. Ivander dalam paparannya.

Ia menjelaskan, selama masa tersebut janin sangat bergantung pada kondisi kesehatan ibu, mulai dari kecukupan nutrisi, lingkungan yang sehat, hingga terhindar dari paparan asap rokok dan kebiasaan hidup tidak sehat.

"Kesehatan ibu sebelum dan pada awal kehamilan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang janin. Karena itu, persiapan kehamilan menjadi tahap yang sangat penting," katanya.

Baca Juga: Dispora Tangsel Klarifikasi Kisruh Tangsel Fun Run & Walk, Tegaskan Bukan Kegiatan Pemkot dan Penyelenggara Terancam Blacklist

Nutrisi Menentukan Masa Depan Anak

Dalam presentasinya, dr. Ivander menekankan bahwa proses pembentukan organ-organ penting, termasuk otak, berlangsung sejak awal kehamilan. Apabila kebutuhan nutrisi ibu tidak terpenuhi, perkembangan organ vital janin dapat berlangsung tidak optimal.

Ia menjelaskan pembentukan otak membutuhkan berbagai zat gizi penting seperti protein, zat besi, asam lemak esensial, serta aliran darah yang memadai.

"Apabila kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, perkembangan otak tidak dapat berlangsung secara optimal. Dampaknya dapat memengaruhi kemampuan belajar dan kualitas kesehatan anak hingga dewasa," jelasnya.

Menurutnya, kondisi yang dialami bayi selama berada di dalam kandungan akan memberikan pengaruh jangka panjang terhadap kualitas hidup, kesehatan, hingga produktivitas pada masa depan.

Halaman:

Tags

Terkini