Lebih lanjut, Benyamin mengajak generasi muda untuk menjadikan Pancasila sebagai *living ideology* atau ideologi yang hidup dalam setiap tindakan dan keputusan sehari-hari. Menurutnya, pengamalan Pancasila harus diwujudkan melalui sikap toleran, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan publik yang dihasilkan senantiasa berlandaskan nilai-nilai keadilan sosial. Pelayanan publik harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Pada saat yang sama, upaya memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, serta menangkal berbagai bentuk intoleransi dan radikalisme harus terus dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Baca Juga: Di Hadapan Pilar Saga, KADIN Tangsel Soroti Izin Usaha ‘Di Bawah Meja’
Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila ini, Benyamin berharap semangat persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh hanya menjadi slogan atau hafalan semata, melainkan harus hadir dalam setiap tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari.
"Demi mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan bermartabat." tutupnya.
(***)