Baca Juga: Pendampingan RAT KKMP Tangsel Dikebut, 54 Koperasi Ditarget Tepat Waktu Unggah Laporan
Ia juga mengungkapkan bahwa sumber hewan kurban tidak hanya berasal dari partisipasi orang tua dan tabungan siswa, tetapi juga dari berbagai kegiatan sosial sekolah, termasuk hasil keuntungan kegiatan pentas seni (pensi) yang sebagian dialokasikan untuk kegiatan sosial dan kurban.
“Keuntungan dari kegiatan pensi sebagian digunakan untuk charity, kegiatan sosial, dan kurban. Jadi pendidikan di Al Azhar terintegrasi antara pembelajaran, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini, total hewan kurban yang disembelih mencapai 13 ekor sapi dan 143 ekor kambing. Seluruh hewan kurban kemudian diproses dan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan dengan prioritas utama warga di lingkungan sekitar sekolah dan masjid.
“Kami mengutamakan masyarakat sekitar lebih dahulu. Setiap tahun, lingkungan seperti Lengkong selalu mendapatkan bantuan sapi kurban. Bahkan ada wilayah yang rutin menerima satu ekor sapi setiap tahun untuk dikelola dan disembelih di wilayah masing-masing,” terang Noor.
Baca Juga: Ketua Yayasan Rehab Cakra Sehati Resmi Polisikan Oknum Security Diduga Palsukan Surat
Selain sapi, masyarakat sekitar juga menerima distribusi kambing kurban sesuai kebutuhan dan pengajuan yang masuk kepada panitia. Langkah tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab sosial sekaligus komitmen Al Azhar BSD untuk menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Prinsipnya, dampak sosial itu dimulai dari lingkungan terdekat terlebih dahulu. Jangan jauh-jauh dulu, masyarakat sekitar harus menjadi prioritas,” pungkasnya.
(***)