Serpong — Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan Al Azhar BSD pada momentum Idul Adha 1447 H tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (27/05/2026) tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi bagian penting dari pendidikan karakter, pembelajaran nilai pengorbanan, serta kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Ketua Pelaksana Yayasan Muslim Bumi Serpong Damai, Noor Khoirudin MBA, menjelaskan bahwa pelaksanaan kurban di lingkungan Al Azhar BSD memiliki sejumlah landasan utama yang terus ditanamkan kepada peserta didik dan masyarakat sekolah setiap tahunnya.
Menurutnya, kurban merupakan implementasi nyata dari ajaran agama sekaligus bentuk kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT.
“Kurban ini adalah bentuk implementasi guidance religion atau tuntunan agama yang harus dijalankan. Ini bukan hanya ritual, tetapi bentuk penghambaan dan kepatuhan kepada Allah SWT,” ujarnya.
Noor menuturkan bahwa kurban juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Jika sebagian ibadah dipahami sebagai hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan, maka ibadah kurban menghadirkan keseimbangan dengan hubungan horizontal, yakni kepedulian terhadap sesama manusia.
“Kurban bukan hanya ibadah kepada Allah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial. Ada dimensi horizontalnya, bagaimana kita berbagi dan memperhatikan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Selain menjadi bentuk ibadah, pelaksanaan kurban juga dimaksudkan sebagai sarana meneladani keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Baca Juga: Kadin Tangsel Perkuat Sinergi dengan Pemkot, Pilar Saga Ichsan Sambut Kolaborasi Dunia Usaha
“Kita ingin mencontoh keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Karena pada dasarnya, yang sampai kepada Allah bukan darah dan daging hewan kurban, tetapi ketakwaan, keimanan, dan keikhlasan kita,” tambah Noor.
Dalam mempersiapkan pelaksanaan kurban tahun ini, panitia telah melakukan berbagai tahapan persiapan sejak sekitar satu bulan sebelumnya. Salah satu program yang dikembangkan adalah edukasi dan budaya menabung kurban bagi para siswa agar semangat berbagi dan berkurban dapat ditanamkan sejak dini.
Menurut Noor, siswa yang mampu dapat berpartisipasi secara mandiri, sementara siswa lainnya dapat mengikuti program tabungan kurban sebagai bentuk pembelajaran nilai kepedulian dan pengorbanan.
“Ini bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak diajarkan mencintai Allah melalui pengorbanan, belajar berbagi, dan memahami makna kepedulian sosial,” katanya.