SERPONG — Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan layanan bus sekolah gratis tetap beroperasi normal meski menghadapi potensi kenaikan harga BBM solar pada Juli 2026.
Kepastian itu disampaikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah menjaga layanan transportasi pelajar tetap aman hingga akhir tahun.
Kepala Bidang Perhubungan Kota Tangerang Selatan, Achmad Arofah, SE atau yang akrab disapa Opan, menegaskan program bus sekolah masih menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan transportasi ribuan pelajar setiap hari.
Baca Juga: Fahri Hamzah Luncurkan Buku Strategi Swasembada Papan 2045
Menurutnya, meski terdapat tekanan akibat meningkatnya biaya operasional, layanan antar jemput pelajar gratis tetap dipertahankan agar masyarakat tidak terbebani.
“Program bus sekolah ini sangat membantu masyarakat, khususnya pelajar di Tangerang Selatan. Kami terus melakukan penyesuaian dan efisiensi agar layanan tetap berjalan optimal,” ujar Achmad Arofah saat diwawancarai awak media.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan operasional bus sekolah dipastikan aman hingga Desember 2026.
“Hingga Desember aman. Jadi sudah dipastikan sekolah gratis sampai Desember aman. Sampai tahun-tahun berikutnya juga aman,” kata Pilar kepada wartawan dalam wawancara doorstep bersama jajaran Dinas Perhubungan Tangsel.
Baca Juga: Satpol PP Tangsel Razia Lychee Massage BSD City, Belasan Terapis Diamankan
Ia juga menyebut Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis agar program transportasi gratis bagi pelajar dapat terus berjalan dalam jangka panjang.
“Insya Allah ke depan kita terus dorong. Bahkan saat ini sedang diupayakan agar layanan semakin baik dan menjangkau lebih banyak pelajar,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, antusiasme masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis terus meningkat setiap tahun. Puluhan ribu pelajar tercatat telah memanfaatkan fasilitas transportasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Program bus sekolah gratis dinilai mampu menjadi solusi mengurangi kemacetan lalu lintas, menekan angka kecelakaan pelajar, sekaligus membantu ekonomi masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.