Serpong, bidiktangsel.com — Kericuhan yang terjadi dalam pelaksanaan Musyawarah Kota (Mukota) IV Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan menuai sorotan tajam.
Budayawan sekaligus mantan pengurus Kadin Tangsel, Uten Sutendy, mendesak agar sumber kericuhan diusut tuntas.
Ia menegaskan, bila ditemukan unsur pelanggaran atau kerugian terhadap peserta, panitia wajib dilaporkan ke pihak berwajib.
Baca Juga: Panitia Muskota IV Kadin Tangsel Gagal, Umumkan Penundaan di Tengah Ketegangan Peserta
“Saya sangat prihatin dan menyayangkan kericuhan yang terjadi di arena Mukota Kadin Tangsel. Kalau panitia tidak berniat melanjutkan Mukota itu dalam waktu dekat dan tidak memberikan informasi resmi kepada peserta, maka harus segera diproses secara hukum,” tegas Uten Sutendy dalam keterangannya, Senin (27/10/2025).
Menurut Uten, peristiwa seperti ini bukan kali pertama terjadi. Ia mengungkapkan bahwa praktik tidak profesional dalam penyelenggaraan Mukota Kadin Tangsel juga pernah terjadi di masa kepengurusannya.
“Saya melihat ada modus. Calon ketua Kadin diminta bayaran mahal sampai ratusan juta, tapi pelaksanaan Mukota dilakukan asal-asalan, tidak tertib, dan jauh dari sikap profesional,” ujarnya.
Ia menilai tindakan semacam itu tidak hanya merugikan peserta dan calon ketua, tetapi juga mencoreng marwah dunia usaha di Tangsel.
Karena itu, Uten meminta semua pihak yang merasa dirugikan agar segera membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak berulang.
“Tangsel ini kota modern. Masa masih ada cara-cara bar-bar dan jauh dari profesionalisme dalam melayani para pengusaha. Ini memalukan. Siapa pun yang menjadi sumber kekisruhan itu harus diusut dan dilaporkan ke pihak berwajib,” ujar Uten dengan nada tegas.
Lebih lanjut, Uten menilai tidak ada alasan bagi panitia untuk tidak mampu melaksanakan Mukota secara tertib. Ia menegaskan bahwa acara semacam ini sudah sering digelar, sehingga panitia seharusnya bisa belajar dari pengalaman sebelumnya.
“Asal peserta dilayani dengan baik, administrasi tertib, seleksi jelas, dan pelaksanaan tepat waktu, semua pasti berjalan lancar. Apalagi ada dana besar dari setoran calon ketua. Mestinya bisa profesional,” ujarnya menambahkan.