Baca Juga: Walikota Tangsel Berlindung di Balik LHP BPK, Padahal Audit Hanya Sampling
Apsari menyebut pihaknya aktif melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jaksa Goes to Campus, hingga penyuluhan hukum di madrasah dan SMA sebagai bagian dari upaya preventif.
Di sisi lain, Apsari menampik anggapan bahwa kejaksaan tidak bekerja dalam kasus-kasus besar di Tangsel. Ia meminta publik menilai berdasarkan data dan hasil kerja nyata.
“Jangan prejudice. Kami terbuka. Kalau ada data atau temuan, tolong sampaikan ke kami agar bisa ditindaklanjuti. Selama setahun bertugas di Tangsel, banyak kasus yang sudah kami tangani, termasuk pidana umum dan perlindungan anak yang menjadi konsen utama saya,” tegasnya.
Aksi mahasiswa di Kejari Tangsel ini menambah daftar panjang gelombang kritik terhadap lembaga penegak hukum.
Meski demikian, Kajari Apsari Dewi menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga integritas serta memperkuat komunikasi publik agar kinerja kejaksaan dapat lebih dipahami masyarakat.
(***)