Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir di Kencana Loka Blok A/B, Tembok Pembatas Roboh 200 Meter
Ketika kontrak itu disusun dengan logika birokrasi yang lebih mementingkan kenyamanan pejabat, wajar bila publik menaruh curiga.
Dan ketika wali kota hanya menjawab dengan “ngeles”, kepercayaan masyarakat akan semakin tergerus.
Benyamin seharusnya menjawab dengan data, bukan retorika. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban.
Sebab tanpa itu, APBD Tangsel 2024 hanya akan tercatat sebagai anggaran yang lebih berpihak pada birokrasi ketimbang rakyat.
(***)