Oleh: Mukhtar.A - Pengurus DMI Tangerang Selatan
Tangerang – Artikel Jumat pekan ini mengangkat kembali kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW sejak kelahirannya hingga diangkat menjadi Rasul.
Umat diingatkan bahwa Muhammad bin Abdullah bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan pembawa risalah yang mengubah wajah peradaban dunia.
Lahir di Tahun Gajah, Peristiwa Abrahah dan Ka’bah
Nabi Muhammad SAW lahir sekitar tahun 570 Masehi, bertepatan dengan peristiwa besar yang dikenal sebagai Tahun Gajah. Saat itu, pasukan Raja Abrahah dari Yaman berniat menghancurkan Ka’bah dengan menggunakan pasukan bergajah.
Abrahah merasa iri karena Ka’bah menjadi pusat ziarah spiritual bangsa Arab, sementara katedral megah yang ia bangun tidak mendapat perhatian.
Namun, sejarah mencatat Ka’bah tetap terjaga. Pasukan Abrahah binasa setelah diserang wabah cacar dan burung Ababil yang membawa batu panas sebagaimana diabadikan dalam QS. Al-Fil (105:1-4). Keyakinan kakek Nabi, Abdul Muthalib, bahwa Ka’bah memiliki penjaganya sendiri dari Allah SWT, terbukti nyata.
Baca Juga: Menjaga Independensi Pers dari Intervensi
Masa Kanak-Kanak: Peristiwa Pembelahan Dada
Sejarawan Islam juga mencatat pengalaman luar biasa yang dialami Muhammad kecil. Saat bermain dengan teman sebaya, beliau didatangi dua sosok berpakaian putih yang membelah dadanya lalu membersihkan hatinya. Peristiwa ini diyakini sebagai tanda penyucian jiwa agar kelak siap menerima wahyu.
Tanda Kenabian di Usia Remaja
Pada usia 12 tahun, Muhammad ikut pamannya Abu Thalib berdagang ke Negeri Syam. Di kota Busra, seorang rahib Nasrani bernama Bahira melihat tanda kenabian pada diri Muhammad.
Ia bahkan memperingatkan Abu Thalib agar menjaga keponakannya dari kemungkinan ancaman orang-orang Yahudi yang bisa mengenali tanda tersebut.