Satu Admin Grup Melarikan Diri
Polisi mengungkap, salah satu admin grup media sosial yang berperan sebagai pengatur tawuran berhasil melarikan diri saat penggerebekan.
Identitas pelaku sudah dikantongi, dan saat ini pihak kepolisian tengah melakukan pengejaran.
"Perencanaan tawuran lewat media sosial ini sangat berbahaya, apalagi mereka menyiapkan senjata tajam dan bom molotov. Kami tidak akan memberi ruang bagi aksi kriminal seperti ini," tegas Kapolsek.
Baca Juga: Tragedi Bocah 4 Tahun di Ciputat: Disiksa Orang Tua Hingga Meninggal Dunia
Langkah Pencegahan dan Edukasi
Polsek Serpong bekerja sama dengan pihak kelurahan, tokoh masyarakat, dan sekolah untuk melakukan pembinaan kepada para remaja yang diamankan.
Mereka yang masih di bawah umur akan dipanggilkan orang tuanya dan diwajibkan mengikuti konseling.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak di media sosial dan mencegah mereka terjerumus dalam pergaulan negatif yang memicu kekerasan.
Baca Juga: Tragedi Keluarga di Ciputat, Bocah MAA (4) Meregang Nyawa Akibat Kekerasan Orang Tua
"Fenomena tawuran yang melibatkan remaja ini tidak hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga masalah sosial yang perlu kita tangani bersama," tambahnya.
(***)