Meskipun ada insiden tersebut, operasional SPPG di sekolah lainnya tetap berjalan seperti biasa. Evaluasi hanya dilakukan di SDN Rawabuntu 03 untuk memastikan tidak ada kelalaian di masa mendatang.
Dalam upaya menjaga kualitas makanan, SPPG Kota Tangsel juga melibatkan pengawasan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta pemantauan intensif oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Tangsel dan instansi lainnya.
“Kami berkomitmen penuh menjaga kuantitas dan kualitas makanan bergizi yang dibagikan kepada penerima manfaat. MBG bukan sekadar bantuan pangan, tapi bagian dari investasi masa depan generasi muda kita,” pungkas Nindy.
Program MBG di Tangsel saat ini dilayani melalui 14 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah dan terus diperluas seiring meningkatnya kebutuhan.
Pemkot Tangsel menargetkan cakupan penuh program ini dapat menjangkau semua sekolah dan kelompok rentan di kota tersebut dalam waktu dekat. (***)