Meskipun ada insiden tersebut, operasional SPPG di sekolah lainnya tetap berjalan seperti biasa. Evaluasi hanya dilakukan di SDN Rawabuntu 03 untuk memastikan tidak ada kelalaian di masa mendatang.
Dalam upaya menjaga kualitas makanan, SPPG Kota Tangsel juga melibatkan pengawasan dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, serta pemantauan intensif oleh Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Tangsel dan instansi lainnya.
“Kami berkomitmen penuh menjaga kuantitas dan kualitas makanan bergizi yang dibagikan kepada penerima manfaat. MBG bukan sekadar bantuan pangan, tapi bagian dari investasi masa depan generasi muda kita,” pungkas Nindy.
Program MBG di Tangsel saat ini dilayani melalui 14 dapur SPPG yang tersebar di berbagai wilayah dan terus diperluas seiring meningkatnya kebutuhan.
Pemkot Tangsel menargetkan cakupan penuh program ini dapat menjangkau semua sekolah dan kelompok rentan di kota tersebut dalam waktu dekat. (***)
Artikel Terkait
Tangis Balita Jadi Akhir Tragis: Ayah Kandung Tega Aniaya Hingga Tewas di Ciputat Tangsel
Spektakuler! 450 Penari Ramaikan Pentas Seni dan Tari Kolosal "Payung Geulis" di Alun Alun Pamulang Peringati Hari Anak Nasional 2025
Misteri Drum Maut di Sungai Cisadane: Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk
Jum’at Berkah, BMM Bagikan Ribuan Paket Makanan Untuk Dhuafa
Kajati Banten Lantik Pejabat Baru, Tekankan Integritas & Penegakan Hukum Bermartabat