Bidiktangsel.com - Provinsi Banten tengah menghadapi momentum penting dalam sejarah pembangunannya.
Dengan mengusung slogan “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi”, Gubernur terpilih Andra Soni menegaskan komitmen untuk membebaskan rakyat dari ketertinggalan struktural, kesenjangan sosial, serta praktik-praktik korupsi yang selama ini menghambat kemajuan daerah.
Namun, janji kampanye yang paling menyentuh nurani rakyat adalah: “Saatnya Merealisasikan Janji Sekolah Gratis.”
Baca Juga: Hujan Deras Guyur Tangsel, SDABMBK Kerahkan Pompa Portable Atasi Banjir di Sejumlah Titik
Janji ini bukan sekadar retorika politik. Di baliknya, terdapat harapan jutaan warga Banten, terutama dari kalangan bawah, untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa beban biaya.
Saat daerah lain sudah lebih dulu melaksanakan pendidikan gratis secara menyeluruh, Banten masih berkutat dengan masalah pungutan sekolah, fasilitas yang tidak merata, serta kualitas tenaga pendidik yang belum setara.
Editorial ini ingin menekankan bahwa janji sekolah gratis bukan hanya soal menggratiskan SPP. Ia harus mencakup pembebasan biaya seragam, buku pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembenahan sistem pendidikan agar benar-benar inklusif dan berkeadilan.
Sekolah gratis juga harus menjadi alat pemerataan pembangunan: menjangkau anak-anak di pelosok Lebak, Pandeglang, dan pesisir Anyer, bukan hanya di kota-kota besar seperti Serang atau Tangerang.
Namun, pendidikan gratis tidak akan mungkin terwujud tanpa keberanian melawan korupsi. Setiap rupiah dari APBD harus diawasi secara ketat agar tidak bocor di tengah jalan.
Reformasi birokrasi pendidikan dan penguatan pengawasan publik harus menjadi fondasi awal dari program ini. Gubernur perlu menunjukkan bahwa “Tidak Korupsi” bukan hanya slogan, melainkan langkah konkret untuk memastikan dana pendidikan digunakan tepat sasaran.
Lebih dari itu, janji sekolah gratis harus menjadi simbol transisi Banten menuju era baru—daerah yang tak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga unggul dalam kualitas sumber daya manusia.
Pendidikan adalah investasi jangka panjang, dan ketulusan merealisasikannya adalah bentuk paling nyata dari keadilan sosial.