info-tangsel

Aksi Damai Warga di SMAN 10 Tangsel Tuntut Prioritas Zonasi: Lurah Sawah Baru Redam Ketegangan

Kamis, 26 Juni 2025 | 15:40 WIB
Menggelar aksi damai di depan SMAN 10 Tangsel

Baca Juga: Mediapreneur Talks Promedia 2025 Siap Digelar di Tangerang: Dorong Ekosistem Media Berkelanjutan di Era Digital

“Persepsi warga wajar karena di tahun lalu seleksi hanya berdasarkan jarak. Tapi tahun ini kriteria pertama adalah nilai, baru jarak, lalu usia. Sekolah hanya memverifikasi data, bukan penentu kebijakan,” terang Usman.

Lebih lanjut, Usman menambahkan bahwa pihaknya masih memiliki kuota mutasi sebanyak 7 kursi dan aspirasi warga akan disampaikan ke pihak provinsi.

“Keputusan bukan di tangan saya, tapi di provinsi. Kami akan sampaikan aspirasi ini ke atasan,” jelasnya.

Baca Juga: SPMB Tangsel 2025 Dinilai Diskriminatif: Madrasah Tak Dilibatkan, Ancaman Anak Putus Sekolah Meningkat

Dinamika Zonasi di PPDB 2025: Antara Regulasi dan Rasa Keadilan

Sistem zonasi PPDB selalu menjadi topik hangat setiap tahun ajaran baru dimulai.

Perubahan juknis PPDB 2025, yang kini menempatkan nilai sebagai kriteria utama, dianggap menyulitkan warga sekitar yang berharap bisa menyekolahkan anaknya di sekolah terdekat.

Warga berharap adanya kebijakan afirmatif atau kuota khusus untuk anak-anak dari lingkungan sekitar SMAN 10 Tangsel, sebagai bentuk pemerataan pendidikan dan perhatian terhadap hak warga lokal.

Baca Juga: Penjualan Mobil Hybrid Melemah di Mei 2025, Dominasi Zenix Soroti Ketimpangan Pasar

“Kami tidak menolak aturan, kami hanya minta agar ada perhatian lebih terhadap anak-anak yang tinggal dekat sekolah ini,” tambah Saiful.

Aksi warga berakhir damai tanpa insiden, setelah dilakukan mediasi yang difasilitasi oleh Lurah Sawah Baru dan pihak sekolah.

Meski belum ada keputusan final, warga menaruh harapan besar bahwa aspirasi mereka akan menjadi perhatian pemerintah provinsi, demi menciptakan sistem pendidikan yang adil dan berpihak pada masyarakat sekitar. (***)

Halaman:

Tags

Terkini