info-tangsel

100 Hari Kepemimpinan Benyamin-Pilar: Antara Janji Politik dan Kenyataan Kota Tangerang Selatan

Rabu, 4 Juni 2025 | 12:05 WIB
Ilustrasi

Baca Juga: Infrastruktur Terkapar Akibat Luapan Air, Serpong Lagoon Tangsel Jadi Sorotan Serius Pemkot

Selain itu, penertiban Pasar Ciputat menjadi langkah berani yang berhasil mengurangi konflik antara pedagang resmi dan pedagang kaki lima ilegal hingga 40% (Dinas Perdagangan Tangsel, 2025). 

Ini merupakan contoh konkret bagaimana kebijakan yang berani dan tepat sasaran bisa menciptakan dampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Refleksi dan Rekomendasi: Evaluasi Bukan Sekadar Kritik

Evaluasi 100 hari kerja bukanlah semata-mata alat untuk menyerang, melainkan cermin untuk melihat sejauh mana komitmen pemimpin diuji oleh realita. 

Pemerintahan Benyamin-Pilar perlu menyadari bahwa publik kini semakin kritis dan partisipatif. 

Pendidikan bebas pungli, tata kelola banjir yang sistematis, serta pengelolaan sampah yang transparan adalah aspek-aspek mendesak yang harus ditangani dengan kebijakan terukur dan partisipatif.

Pemerintah juga harus mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberanian politik. Tanpa hal tersebut, visi "Tangsel Smart City" hanya akan menjadi jargon tanpa makna.

Baca Juga: Diskominfo Tangsel Pastikan Tak Ada Permasalahan Server pada SPMB 2025, Ini Strategi dan Antisipasinya

Jalan Panjang Menuju Pemerintahan yang Progresif

Membangun kota bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang membangun sistem dan budaya birokrasi yang sehat dan berintegritas. 

100 hari pertama adalah cermin awal dari niat politik dan efektivitas sebuah pemerintahan. Jika Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan ingin dikenang sebagai pemimpin perubahan, maka sekaranglah saatnya menepati janji, bukan kembali pada pola lama.

Masyarakat Tangerang Selatan sudah menunggu—bukan sekadar perbaikan kosmetik, tetapi transformasi struktural yang menyentuh akar masalah kota ini. (***)

 

Halaman:

Tags

Terkini