Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Dihadang Warga Terdampak Banjir di Serpong Lagoon
Penyebab banjir seperti saluran air yang mampet dan alih fungsi lahan yang tak terkendali masih belum dijawab dengan solusi konkret.
Perencanaan tata ruang yang lemah, keberanian politik yang minim untuk menahan ekspansi pembangunan tanpa studi lingkungan yang memadai, semakin memperparah masalah ini.
Masyarakat pun merasa lelah dengan janji perbaikan yang hanya sebatas wacana.
Krisis Sampah: Kota Cerdas yang Terkubur Sampah
Tangerang Selatan, yang sering menggaungkan diri sebagai kota cerdas, modern, dan religius, justru masih kesulitan dalam pengelolaan sampah.
Dengan produksi harian mencapai 800 ton (Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, 2025), kota ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang efisien.
Gundukan sampah masih menghiasi berbagai sudut kota dan mengancam kebersihan serta kesehatan masyarakat.
Situasi ini diperburuk oleh skandal korupsi di Dinas Lingkungan Hidup senilai Rp75,9 miliar, yang tidak hanya memalukan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan.
Korupsi semacam ini menjadi penghambat serius bagi pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Diduga Akibat Perselisihan di Jalan, Siswa SMKN 1 Tangsel Disabet Mistar Besi dan Terluka
Sorotan Positif: Layanan Kesehatan dan Penertiban Pasar
Namun, di tengah kritik dan krisis, beberapa program positif patut mendapat apresiasi.
Salah satunya adalah program cek kesehatan gratis yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Tangsel.
Tahun 2025 mencatat peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 30%, mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan publik.