info-tangsel

100 Hari Kepemimpinan Benyamin-Pilar: Antara Janji Politik dan Kenyataan Kota Tangerang Selatan

Rabu, 4 Juni 2025 | 12:05 WIB
Ilustrasi

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tangsel Dihadang Warga Terdampak Banjir di Serpong Lagoon

Penyebab banjir seperti saluran air yang mampet dan alih fungsi lahan yang tak terkendali masih belum dijawab dengan solusi konkret. 

Perencanaan tata ruang yang lemah, keberanian politik yang minim untuk menahan ekspansi pembangunan tanpa studi lingkungan yang memadai, semakin memperparah masalah ini. 

Masyarakat pun merasa lelah dengan janji perbaikan yang hanya sebatas wacana.

Krisis Sampah: Kota Cerdas yang Terkubur Sampah

Tangerang Selatan, yang sering menggaungkan diri sebagai kota cerdas, modern, dan religius, justru masih kesulitan dalam pengelolaan sampah. 

Dengan produksi harian mencapai 800 ton (Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, 2025), kota ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu yang efisien.

Gundukan sampah masih menghiasi berbagai sudut kota dan mengancam kebersihan serta kesehatan masyarakat. 

Situasi ini diperburuk oleh skandal korupsi di Dinas Lingkungan Hidup senilai Rp75,9 miliar, yang tidak hanya memalukan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan. 

Korupsi semacam ini menjadi penghambat serius bagi pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Diduga Akibat Perselisihan di Jalan, Siswa SMKN 1 Tangsel Disabet Mistar Besi dan Terluka

Sorotan Positif: Layanan Kesehatan dan Penertiban Pasar

Namun, di tengah kritik dan krisis, beberapa program positif patut mendapat apresiasi.

Salah satunya adalah program cek kesehatan gratis yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Tangsel. 

Tahun 2025 mencatat peningkatan partisipasi masyarakat sebesar 30%, mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan publik.

Halaman:

Tags

Terkini