info-tangsel

100 Hari Kepemimpinan Benyamin-Pilar: Antara Janji Politik dan Kenyataan Kota Tangerang Selatan

Rabu, 4 Juni 2025 | 12:05 WIB
Ilustrasi

Oleh: Sigit Hartono – Perkumpulan Arah Muda Progresif

Ciputat - Seratus hari bukanlah waktu yang panjang, namun cukup untuk memberi arah awal dari pemerintahan yang baru dilantik.

Pada periode keduanya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie – Pilar Saga Ichsan kembali dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari publik yang menginginkan perubahan nyata.

Sayangnya, hasil kerja yang terlihat dalam tiga bulan ini masih menyisakan banyak tanda tanya dan pekerjaan rumah yang belum tersentuh secara sistematis.

Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Wilayah Banten, OJK Kick Off Bulan Literasi Keuangan di Cilegon

Pendidikan Masih Terkekang Pungutan Liar

Isu klasik dalam dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan belum juga menemukan penyelesaian. Pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah negeri masih menjadi momok bagi orang tua, terutama dari kalangan prasejahtera. 

Praktik ini tidak hanya melukai rasa keadilan sosial, tapi juga menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengakses pendidikan yang layak.

Salah satu sorotan publik adalah kejadian pungli yang terjadi di beberapa SD Negeri di Serpong dan Serpong Utara, menunjukkan bahwa tata kelola pendidikan masih bermasalah. 

Meski pendidikan dasar seharusnya bebas biaya, namun masyarakat harus menghadapi pungutan yang membebani dan menciptakan keresahan. 

Pemerintah kota wajib menyelesaikan ini sampai ke akar-akarnya.

Baca Juga: Sektor Jasa Keuangan di DKI Jakarta dan Banten Tumbuh Positif, Stabil, dan Resilien

Masalah Banjir: Janji Drainase Tak Kunjung Tuntas

Kota Tangerang Selatan dikenal sebagai daerah rawan banjir ketika musim hujan tiba.

Data BNPB 2025 mencatat sekitar 2.500 hektar permukiman masih terendam banjir secara rutin, dengan 16 titik banjir aktif yang belum berhasil ditanggulangi secara tuntas.

Halaman:

Tags

Terkini