Sementara, Kepala SMKN 1 Ciater Abdul Marta Nurdin membenarkan jika siswanya terluka akibat kejadian itu.
Namun berdasarkan keterangan yang diperolehnya, pelaku beraksi dengan menyabetkan senjata tajam.
"Siswa kami luka di tangan. Jadi mereka kalau kata siswa kami ini memang ada yang bawa sajam," tuturnya.
Guna mencegah keributan itu meluas, pihak SMKN 1 dan dan SMK swasta tempat para pelaku bersekolah itu tengah menjalin komunikasi.
Baca Juga: Titik Banjir Ekstrem di Tangsel Turun Drastis: Hasil Nyata dari Komitmen dan Kolaborasi
Imbauan pun dilakukan di masing-masing sekolah untuk mencegah peristiwa yang sama terulang. (***)