Ditulis oleh: Sudin Antoro, Ketua IMO-Indonesia DPW Banten
Serpong - Beberapa hari ini, masyarakat Banten tengah ramai atas hasil survei Indikator Politik Indonesia soal tingkat kepuasan 100 hari kerja kepala daerah. Dalam survei itu, Gubernur Banten Andra Soni berada di peringkat terendah se Jawa.
Atas hasil survei itu, Andra Soni menyampaikan pandanganya bahwa apa yang disampaikan oleh Lembaga survei merupakan kajian ilmiah yang dapat dipertanggung jawabkan.
“Survei merupakan metodologi penelitian yang penting untuk kita pahami bersama. Bagi saya, ini adalah produk ilmiah yang bisa dijadikan alat evaluasi. Tapi yang paling utama, bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa terlaksana dengan baik,” ujar Andra di Kota Serang, Minggu (1/6/2025).
Baca Juga: Begini Tanggapan Kapolsek Ciputat Timur Terkait Pengaduan Warga Melalui Layanan 110
Tentu, rasanya kurang adil jika keberhasilan pembangunan hanya diukur dalam kurun waktu 100 hari. Dalam mengimplementasikan program, butuh proses dan waktu yang tidak sebentar.
Kendati memang kajian ilmiah itu perlu dihormati dan menjadi bahan evaluasi terutama di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.
Pemprov Banten dapat mengolah hasil survei untuk perbaikan dan inovasi kedepan dalam menerapkan program-program kerja.
Ambil sisi positifnya untuk memacu kinerja, yang harus didukung oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten.
Setidaknya mengapa kemudian muncul persepsi masyarakat atas kepuasan terhadap kinerja Gubernur Banten, pertama adanya pandangan masyarakat yang menginginkan perubahan dengan waktu cepat. Ingin serba instan, sehingga jika kurang puas mereka merasa kecewa.
Sementara kebijakan dalam menentukan program butuh tahapan dan penganggaran. Misalnya saja, untuk menjalankan program prioritas Andra-Dimyati, besar kemungkinan masuk pada anggaran perubahan.
Sedangkan keduanya dilantik masuk pada penganggaran murni. Maka perlu ada pergeseran anggaran. Ini perlu pemahaman yang luas dalam membaca program pemerintah.
Kedua perkembangan dunia maya tidak dapat dibatasi sehingga membentuk karakteristik masyarakat modern, mudah membanding-bandingkan dengan berbagi wilayah yang secara demografi, adat dan budaya berbeda-beda.