Pondok Aren, bidiktangsel.com - Sampah menjadi momok menakutkan bagi banyak daerah, termasuk Tangerang Selatan (Tangsel).
Menghadapi 1.000 ton sampah per hari, Pemkot Tangsel tak tinggal diam. Berbagai upaya strategis dikerahkan, mulai dari edukasi, regulasi, teknologi, hingga kerja sama antar daerah.
Langkah awal dilakukan melalui kampanye sadar sampah dan pembentukan bank sampah di lingkungan masyarakat.
Di sisi lain, regulasi pun diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Nomor 83 Tahun 2022 tentang Pengurangan Penggunaan Wadah atau Kantong Plastik.
Upaya jangka panjang difokuskan pada teknologi ramah lingkungan. Incinerator di Intermediate Treatment Facility (ITF) Pondok Aren menjadi salah satu solusi.
Tak hanya itu, kerja sama dengan daerah lain seperti Lebak, Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor pun digalakkan.
Contohnya pemanfaatan TPST Lulut Nambo di Bogor dan rencana TPA Regional milik Provinsi Banten.
Dialog dan kolaborasi terus dilakukan, termasuk dengan Provinsi Banten dalam membahas pengelolaan sampah TPST Regional.
Upaya ini diharapkan mampu memaksimalkan penanganan sampah di Tangsel.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Tangsel, Wahyunoto Lukman, menekankan pentingnya keseriusan dan partisipasi masyarakat.
Edukasi dan sosialisasi melalui ratusan Bank Sampah yang aktif diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan memicu aksi nyata dalam pengelolaan sampah.
Baca Juga: Wisudawan Tahfidz Qur'an Diminta Terus Belajar dan Jadikan Al-Quran Pedoman Hidup
Upaya strategis Pemkot Tangsel dalam mengatasi 1.000 ton sampah per hari patut diapresiasi.